Politikus senior PDIP Pramono Anung bercerita betapa proses penyelesaian pertikaian di DPR berjalan cukup melelahkan, terutama bagi para juru lobi KIH dan KMP, termasuk Pram dan Ketua Umum PAN Hatta Rajasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pram menilai penyelesaian perseteruan dua kubu di parlemen itu sebagai pembelajaran politik yang baik. “Ini pembelajaran bagi politisi muda tentang menyelesaikan masalah tanpa menonjolkan siapapun. Ego dalam bentuk statement keras harus diurangi, ubah dengan kedewasaan bersama,” kata mantan wakil ketua DPR itu.
Menurut Pram dan Hatta, DPR dipilih sebagai lokasi penandatanganan nota kesepakatan damai karena gedung itu merupakan rumah para wakil rakyat.
Hatta berharap fraksi-fraksi yang tergabung dalam KIH dan KMI dapat menghormati kesepakatan damai yang telah diteken. “Kami berupaya keras mencari solusi terbaik, untuk meloloskan kepentingan sempit demi kepentingan besar. Mari kita bangun kepercayaan ini,” kata besan Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono itu.
Hatta meminta DPR untuk segera bekerja dan berfungsi baik, termasuk mengundang para mitra kerja dari pihak pemerintah untuk menyelesaikan berbagai masalah.