Desmond mengatakan banyaknya kritik dari berbagai eleman untuk Prasetyo menujukkan bahwa langkah Presiden Jokowi memang salah. "Orang ini (Prasetyo) dari partai politik. Selama dia jadi jaksa juga tidak ada prestasi yang menonjol," kata Desmond kepada CNN Indonesia, Minggu (23/11).
Prasetyo sesungguhnya tak asing dengan dunia hukum. Ia memiliki karier panjang di Kejaksaan hingga pada 2005-2006 sempat menjabat Jaksa Agung Muda Pidana. Baru setahun terakhir Prasetyo bergabung dengan NasDem, dan lewat partai itu terpilih sebagai anggota DPR 2014-2019. Pasca ditunjuk Jokowi menjadi Jaksa Agung, Prasetyo mengundurkan diri dari partai dan DPR.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Prasetyo harus bisa memacu diri untuk bisa menunjukkan karyanya sebagai Jaksa Agung," ujar Desmond. Caranya dengan mengungkap kasus-kasus yang selama ini tidak bisa diungkap Jaksa Agung sebelumnya.
Sebelumnya, Indonesia Corruption Watch juga menganggap pengangkatan Prasetyo sebagai sebuah mimpi buruk penegakan hukum di Indonesia. Menurut ICW, meski pernah menjabat Jaksa Agung Muda Pidana Umum, Prasetyo berasal dari partai politik sehingga rawan untuk diintervensi penguasa.
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad juga berpendapat pemilihan politikus sebagai Jaksa Agung sangat tidak tepat. Samad menyayangkan kebijakan Jokowi. Jaksa Agung, kata Samad, harus sosok yang sudah teruji independensi dan integritasnya.
Jumat (21/11), Prasetyo menyatakan akan membuktikan diri melalui kerjanya. “Lihat saja nanti saya bagaimana. Saya sudah bilang, ketika negara memanggil, kepentingan lain akan ditinggalkan. Semua untuk negara," kata dia.