MUNAS GOLKAR
Golkar Segera Tarik Kader Dipecat dari DPR
CNN Indonesia
Rabu, 03 Des 2014 12:13 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Partai Golkar akan segera menarik dan mengganti sejumlah anggota fraksi mereka di DPR yang telah dipecat dari partai, yakni Agun Gunandjar Sudarsa, Zainuddin Amali, Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Nusron Wahid –yang telah dilantik Presiden Joko Widodo menjadi Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) pada Kamis (27/11).
“Mereka sudah pasti diganti, sebab menjadi anggota DPR harus ada partainya, tidak bisa atas nama pribadi” kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham di sela Musyawarah Nasional IX Golkar di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12).
Agun, Zainuddin, Agus, Nusron, bersama tiga kader Golkar lainnya –Agung Laksono, Priyo Budi Santoso, dan Leo Nababan– dipecat dalam Munas Golkar karena dianggap melakukan tindakan inkonstitusional yang berpotensi memecah-belah partai. Aksi institusional itu ialah pembentukan Presidium Penyelamat Partai Golkar yang menurut Ical merupakan upaya kudeta terhadap dia.
Idrus menegaskan pemecatan sembilan kader tersebut sudah menjadi keputusan Munas, sebab disetujui oleh sebagian besar peserta Munas.
“(Ketua Panitia Pengarah Munas) Nurdin Halid sudah dua-tiga kali menyampaikan pertanyaan, dan peserta tetap menjawab perlu diberi tindakan dan dipecat,” kata Idrus.
Sementara Ketua Umum Demisioner Golkar Aburizal Bakrie menyatakan tidak ada satupun peserta Munas yang menolak keputusan pemecatan tersebut.
“Mereka sudah pasti diganti, sebab menjadi anggota DPR harus ada partainya, tidak bisa atas nama pribadi” kata Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham di sela Musyawarah Nasional IX Golkar di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Rabu (3/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“(Ketua Panitia Pengarah Munas) Nurdin Halid sudah dua-tiga kali menyampaikan pertanyaan, dan peserta tetap menjawab perlu diberi tindakan dan dipecat,” kata Idrus.
Sementara Ketua Umum Demisioner Golkar Aburizal Bakrie menyatakan tidak ada satupun peserta Munas yang menolak keputusan pemecatan tersebut.