"Kan enggak harus ke Wanjakti," ujar Tedjo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (12/2) petang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, muncul kritik yang dilontarkan mantan Wakapolri Komjen (Purn) Oegroseno yang meragukan kesahihan daftar calon Kapolri terbaru yang direkomendasikan Kompolnas.
Oegroseno menilai Kompolnas mengajukan nama-nama tersebut tanpa diseleksi dan disidangkan terlebih dahulu oleh Wanjakti Polri. Ia pun merasa aneh dengan sikap aktif Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) pada pencalonan Kapolri kali ini. Padahal selama ini tradisi suksesi kursi Tri Brata dikomandoi oleh Markas Besar Kepolisian RI.
"Selama ini nama calon Kapolri tidak pernah diajukan Kompolnas, tapi Mabes Polri. Saya lihat sekarang Menkopolhukam yang sangat aktif. Sebagai perwira TNI, seharusnya dia meminta saran rekan-rekannya di kepolisan," ujar Oegroseno yang masuk Tim 9 bentukan Jokowi, beberapa saat lalu.
Menurut Oegroseno, pihak yang mengetahui sosok paling tepat untuk mengisi jabatan nomor satu di Trunojoyo adalah Dewan Kebijakan dan Kepangkatan Tinggi. Dia menyebut Wanjakti memiliki data primer terkait rekam jejak karier nama-nama yang masuk bursa calon Kapolri.
Biasanya setelah bersidang, kata Oegroseno, Wanjakti akan mengirimkan tembusan kepada Kompolnas. Isinya, meminta bantuan Kompolnas melacak track record para calon Kapolri melalui data-data lembaga negara lain seperti Komisi Pemebrantasan Korupsi, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan, hingga Komnas HAM. (obs)