Partai Amanat Nasional selaku partai di luar pemerintahan menjadi salah satu yang mendukung ucapan Megawati tersebut. Menurut Sekretaris Fraksi PAN Yandri Susanto, beberapa komisi memang jelas-jelas membebani anggaran yang ada. (Lihat Juga: PDIP: Megawati Tak Minta KPK Dibubarkan Sekarang)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, ada komisi yang perlu dipertahankan, ada yang perlu dibubarkan, dan ada juga yang dipertahankan tapi harus diperkuat.
Khusus untuk komisi yang diamanati oleh Undang-Undang, Yandri mengungkapkan belum tentu semuanya berjalan dengan baik. Jika memang sifat komisi tersebut membenani anggaran maka sudah sewajibnya mereka dievaluasi.
Meskipun dana yang disalurkan kepada para komisi-komisi tersebut tak terlalu besar tapi karena yang digunakan adalah uang rakyat maka evaluasi perlu dilakukan.
"Miliaran mungkin ya, tapi itu juga uang negara dan uang rakyat. Jika tupoksinya tumpang tindih dengan kementerian maka perlu ditertibkan," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pendapatnya soal salah satu lembaga ad hoc yang dimiliki Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi.
Megawati mengatakan KPK dibentuk di masa pemerintahannya sebagai lembaga yang bersifat sementara. Mega mengatakan kunci berakhirnya KPK ada pada para pejabat. (Lihat Juga: Pimpinan KPK: Jika Indonesia Bebas Korupsi Baru KPK Bubar)
Menurut Megawati, pejabat tidak boleh lagi korupsi sehingga KPK tak punya alasan lagi untuk mempertahankan eksistensinya.
"Saya sadar dengan pernyataan ini, saya bakal di-bully di media sosial. Tapi tentu saja menurut saya ini pemikiran yang logis," ujar Mega. (utd)