"Mosi tidak percaya hak anggota, tidak ada yang bisa menahan itu," ujar Tantowi di Gedung DPR RI, Jakarta, Senayan, Senin (23/11).
"Kalau ujung mosi tidak percaya itu politis, saya rasa tidak akan ada yang ikut," kata Tantowi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebabnya, menurut Tantowi, opini masyarakat terhadap kasus Setya Novanto mulai terbelah, karena ada yang sepakat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said dan ada yang sebaliknya.
Desmond menilai, mosi tidak percaya merupakan hal biasa dan dinamika yang ada di parlemen.
"Biasa-biasa saja itu dinamika. Kalau mosi tidak percaya ya silakan. Tapi kami harus percaya kepada Ketua DPR," ujar Desmond.
Selain itu, Desmond menyatakan dalam perkara ini, Gerindra mempertanyakan motif dibalik pelaporan dan perekaman. Sehingga dia menginginkan agar ada kejujuran dari kedua belah pihak untuk memperjelas duduk perkara ini.
Jumat (20/11) pekan lalu, empat orang anggota dewan menyatakan mosi tidak percaya kepada Setya Novanto yang diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla soal perpanjangan kontrak PT Freeport Indonesia.
Keempat anggota dewan itu di antaranya adalah, Adian Napitupulu dari PDI Perjuangan, anggota fraksi Partai Hanura Inaz Nasrullah Zubir, anggota fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Arifin Hakim Toha dan anggota fraksi Partai Nasional Demokrat Taufiqulhadi.
"Kami siap melakukan mosi tidak percaya pada Ketua DPR RI Setya Novanto. Mosi tidak percaya agar beliau segera mengundurkan diri," kata Taufiqulhadi, di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (20/11). (utd)