Temui Jokowi, PKS Tegaskan Sebagai Oposisi Loyal
Bagus Wijanarko | CNN Indonesia
Senin, 21 Des 2015 17:56 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Sohibul Iman mengatakan partainya tetap berada dalam Koalisi Merah Putih. Artinya, PKS tetap di pemerintahan dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (21/12) sore ini.
“PKS oposisi loyal,” kata Sohibul.
Fungsi PKS kata Sohibul sebagai komplementer atau saling mengisi. Pemerintah sebagai eksekutif katanya menjalankan fungsinya sementara PKS sebagai legislatif menjalankan fungsinya sebagai pengontrol.
Ada beberapa masalah yang dibicarakan dalam pertemuan ini. Di antaranya adalah kedaulatan pangan dan penerimaan negara. “Kami apresiasi
apa yang sudah dicapai pemerintahan Pak Jokowi dalam hal pencapaian pangan,” katanya.
Ia menyatakan akan memberikan masukan kepada Jokowi apabila ada hal-hal yang perlu dibenahi. Ia mengaku pertemuan ini berlangung guyub atau berjalan santai. “Tidak ada soal politik yang dibicarakan,” kata dia mengomentari isu reshuffle yang beberapa bulan terakhir ini berembus.
Ihwal reshuffle Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Yandri Susanto menilai Presiden Joko Widodo tidak perlu ragu mencopot Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno.
"Pak Jokowi tidak usah ragu. Dibackup sama parlemen," ujar Yandri Susanto di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/12).
Menurutnya, Presiden Jokowi perlu segera mencopot Rini untuk mengurangi kegaduhan yang sedang terjadi saat ini. Terutama, setelah Pansus Angket PT Pelindo II DPR RI menyelesaikan penyelidikannya. Oleh karenanya, dia mempertanyakan alasan dari masih dipertahankannya Rini di Kabinet Kerja. (bag)
“PKS oposisi loyal,” kata Sohibul.
Fungsi PKS kata Sohibul sebagai komplementer atau saling mengisi. Pemerintah sebagai eksekutif katanya menjalankan fungsinya sementara PKS sebagai legislatif menjalankan fungsinya sebagai pengontrol.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
apa yang sudah dicapai pemerintahan Pak Jokowi dalam hal pencapaian pangan,” katanya.
"Pak Jokowi tidak usah ragu. Dibackup sama parlemen," ujar Yandri Susanto di Gedung DPR, Jakarta, Senin (21/12).
Menurutnya, Presiden Jokowi perlu segera mencopot Rini untuk mengurangi kegaduhan yang sedang terjadi saat ini. Terutama, setelah Pansus Angket PT Pelindo II DPR RI menyelesaikan penyelidikannya. Oleh karenanya, dia mempertanyakan alasan dari masih dipertahankannya Rini di Kabinet Kerja. (bag)