Fahri Ingin Bertemu Sohibul Iman di Sidang Gugatan Pemecatan
Christie Stefanie | CNN Indonesia
Selasa, 26 Apr 2016 06:45 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Fahri Hamzah berharap bisa bersua dengan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Sohibul Iman dalam sidang gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu.
"Saya mau ketemu. Siapa tahu setelah cipika cipiki ada cahaya dari langit," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Fahri mengajukan gugatan di PN Jakarta Selatan soal pemecatan dirinya dari PKS. Sohibul merupakan salah satu dari tiga tergugat. Dua tergugat lainnya ialah Majelis Tahkim (Mahkamah Partai) dan Badan Penegak Disiplin Organisasi (BPDO) PKS.
Gugatan dilayangkan Selasa (5/4) karena Fahri tidak terima alasan pemecatannya. Sebelumnya, melalui keterangan resmi, Sohibul menuturkan, Fahri dipecat karena sering melontarkan komentar kontroversial dan kontraproduktif.
Jalur hukum ditempuh karena Fahri merasa tidak bersalah atas apa yang disampaikannya selama ini.
"Saya imbau pimpinan PKS sama-sama belajar. Sama-sama manusia yang bisa salah," ucapnya.
Wakil Ketua DPR ini mengatakan, ia masih ingin berada dan membesarkan PKS. Dia membantah akan berpindah ke partai politik lain.
"Ini problem berpikir pimpinan PKS. Saya harus koreksi ini sebagai kader," katanya.
Karena memecat Fahri dari keanggotaan PKS, secara otomatis jabatan Wakil Ketua DPR dinilai bukan milik Fahri lagi. PKS sendiri mengajukan nama Ledia Hanifa sebagai Wakil Ketua DPR pengganti Fahri.
Namun sampai saat ini belum ada keputusan dari DPR soal pergantian salah satu unsur pimpinan DPR ini. (sur)
"Saya mau ketemu. Siapa tahu setelah cipika cipiki ada cahaya dari langit," kata Fahri di Gedung DPR, Jakarta, kemarin.
Gugatan dilayangkan Selasa (5/4) karena Fahri tidak terima alasan pemecatannya. Sebelumnya, melalui keterangan resmi, Sohibul menuturkan, Fahri dipecat karena sering melontarkan komentar kontroversial dan kontraproduktif.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wakil Ketua DPR ini mengatakan, ia masih ingin berada dan membesarkan PKS. Dia membantah akan berpindah ke partai politik lain.
Namun sampai saat ini belum ada keputusan dari DPR soal pergantian salah satu unsur pimpinan DPR ini. (sur)