Kesempatan itu sekaligus bakal dijadikan momentum untuk mengumumkan calon wakil gubernur yang akan mendampingi Ahok pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.
Ketua Tim Pemenangan Ahok Nusron Wahid menyatakan hal ini usai menjalani pertemuan bersama Ahok selama lebih dari satu jam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nusron masih merahasiakan nama yang akan bersanding dengan Ahok pada Pilkada nanti. Menurut Nusron, tak perlu ada deklarasi untuk mengumumkan pasangan Ahok. Cawagub itu, kata Nusron, bakal menghadiri pendaftaran kepala daerah di KPU DKI Jakarta.
Ketika ditanya soal bergabungnya PDIP ke kubu partai pendukung Ahok, Nusron enggan berkomentar.
Satu suara dengan Nusron, Ahok juga enggan berpendapat.
"Enggak tahu, kamu tanya PDIP saja," tutur Ahok.
Hingga saat ini, Ahok sudah mengukuhkan dukungan tiga partai politik Untuk maju pada Pilkada 2016. Partai politik itu adalah Partai Hanura, NasDem, dan Golkar.
Tiga parpol ini cukup mengantarkan Ahok maju sebagai calon gubernur dengan modal 24 kursi di legislatif. Pendaftaran calon kepala daerah dari jalur partai politik akan dibuka mulai tanggal 21 hingga 23 September.
Pendaftaran melalui jalur perseorangan sudah berlangsung pada 19-21 Agustus lalu. KPU DKI Jakarta menyatakan tak ada pasangan calon yang lolos dari jalur perseorangan. (asa)