Teknologi dan Kontroversi Google Street View

Gito Yudha Pratomo, CNN Indonesia | Selasa, 26/08/2014 11:33 WIB
Google Street View merupakan teknologi yang menampilkan pemandangan luas dari sebuah jalan, kota, atau objek wisata. Hasil akhir Street View adalah foto panorama 360 derajat yang dapat diakses dari Google Maps di browser maupun aplikasi mobile.
Jakarta, CNN Indonesia -- Google Street View merupakan teknologi yang menampilkan pemandangan luas dari sebuah jalan, kota, atau objek wisata. Hasil akhir Street View adalah foto panorama 360 derajat yang dapat diakses dari Google Maps di browser maupun aplikasi mobile.

Street View diluncurkan pada 25 Mei 2007. Aplikasi ini pertama kali menampilkan gambar panorama di lima kota di Amerika Serikat (AS), lalu berkembang menampilkan 40 kota, dan terus diperluas agar dapat menjangkau negara lain.

Proyek pemetaan jalan ala Google ini direkam oleh teknik perekaman digital menggunakan sistem kamera sebelas lensa yang juga dikenal sebagai Dodeca.


Kamera yang berbentuk bola itu merekam gambar dari sebelas sudut pandang. Kendati hasil akhir yang ditampilkan dalam layanan Street View merupakan gambar diam, namun sebenarnya gambar yang direkam dengan sistem kamera ini adalah video full-frame sebanyak 30 frame per detik dengan resolusi sangat tinggi.

Kamera Google Street View kadang dipasang di atas mobil, troli, sepeda, di atas perahu, bahkan dibawa di pundak manusia. Semua itu tergantung medan lokasi yang ditempuh.

Setelah perekaman rampung, masuk lah pada tahap "menjahit" gambar dengan peranti lunak khusus. Gambar disusun lalu disatukan hingga menghasilkan foto panorama 360 derajat horizontal dan 290 derajat vertikal.

Tahap ini juga memakan waktu lama karena Google harus memburamkan pelat nomor kendaraan dan wajah pengguna jalan yang terekam dalam Street View untuk menjaga privasi.



Kontroversi

Proyek Street View yang dilakoni Google tak selamanya berjalan mulus. Pada April 2012, sistem komputer dalam proyek Street View disebut telah mencuri data pribadi termasuk alamat email dan password dari sekitarnya melalui jaringan Wi-Fi. Ini merupakan hasil penyelidikan Komisi Komunikasi Federal AS (FCC).

Google berdalih bahwa email dan password itu tak sengaja terjaring dari Wi-Fi yang bebas digunakan untuk publik. Tudingan itu memaksa Google melepas peralatan dalam sistem yang terkait jaringan Wi-Fi.

Pada akhirnya, Google didenda 25.000 dollar AS, walaupun akhirnya diputuskan tidak bersalah dan dinyatakan tak melanggar hukum. Proyek Street View juga sempat menuai kontroversi soal privasi di Korea Selatan, Hong Kong, dan Selandia Baru.

Isu privasi memang tak pernah menjadi perhatian besar di Indonesia. Namun, proyek Street View sempat menarik perhatian warga lantaran mengalami kecelakaan.

Mobil dengan logo Google Maps Street View dan Wonderful Indonesia itu menabrak angkutan umum di Bogor pada 12 September 2013. Hal ini membuat kerusakan cukup parah pada mobil, di mana kaca depan dan belakang pecah serta bumper nyaris lepas.

Pihak Google Indonesia mengucapkan permintaan maaf dan menyatakan siap menyelesaikan masalah ini dengan korban dan pihak berwajib.

Pemetaan di Indonesia

Di Indonesia, proyek Street View dimulai sejak November 2012 dan diluncurkan pada 21 Agustus 2014. Saat ini, baru empat kota yang direkam oleh Street View, antara lain Jakarta, Bogor, dan Denpasar. Khusus Jakarta, Google mengklaim 90% wilayah kota sudah dijelajahi.



Monumen Nasional atau Monas, yang berada di Gambir, Jakarta Pusat, merupakan salah satu objek wisata yang tidak direkam dari jarak dekat. Google hanya merekam dari luar pagar sehingga tak memberi akses leluasa untuk mendalami objek ini. Hanya ada beberapa titik yang bisa kita tempati untuk melihat Monas dari jarak yang lebih dekat.

Bukan perkara mudah memetakan wilayah di Indonesia. Menurut Country Head Google Indonesia, Rudy Ramawy, ada banyak kendala ketika mulai memetakan Indonesia. Kemacetan adalah hal yang paling menyulitkan, terutama di Jakarta.

Secara teknis, kamera yang digunakan untuk mengambil gambar Street View tidak boleh berhenti bergerak dan harus berada dalam kecepatan yang stabil. Ketika terhenti dalam waktu cukup lama, pengambilan gambar harus dilakukan kembali dari titik awal.



Selain itu, ada beberapa daerah yang sulit dilewati oleh mobil sehingga gambar harus diambil oleh seseorang yang membawa tas ransel berisi sistem kamera untuk mendapatkan gambar.

Batas wilayah jangkauan di Jakarta untuk sebelah barat adalah kota Tangerang, sebelah timur adalah Bekasi, sedangkan sebelah selatan adalah Depok dan berlanjut hingga Bogor.

Google bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif untuk pengambilan gambar Street View di Indonesia. Menurut Rudy, kementerian banyak membantu proses perekaman sehingga semua berjalan lancar.

Pemandangan bawah laut

Ada yang unik dari Street View di Indonesia. Pada fitur ini, Google bekerja sama dengan Catlin Seaview Survey serta penyelam profesional untuk mengabadikan alam bawah laut Indonesia. Lokasi pertama di Indonesia yang direkam adalah Taman Nasional Komodo.



Pemandangan bawah laut Taman Nasional Komodo memang bukan yang pertama di dunia dalam layanan Street View. Sebelumnya, perusahaan telah merekam pemandangan bawah laut Kepulauan Galapagos.

Selain menampilkan kekayaan alam bawah laut, langkah ini juga diharapkan dapat membantu ilmuwan menganalisa biota laut.

Google mengklaim, menampilkan Indonesia dalam layanan Street View dapat menjadi media untuk mempromosikan keanekaragaman dan keindahan alam. Rudy menilai layanan ini bisa menjadi sebuah panduan untuk wisatawan sekaligus brosur online. Setidaknya, memberi gambaran atas tujuan wisata yang hendak mereka kunjungi.