Nilai Investasi Kabel Laut Telkom Tembus Rp 833 Miliar

Gito Yudha Pratomo, CNN Indonesia | Jumat, 29/08/2014 14:59 WIB
Proyek pembuatan kabel bawah laut yang menghubungkan Manado ke Los Angeles, Amerika Serikat, menelan biaya yang tidak murah.
Jakarta, CNN Indonesia -- Proyek pembuatan kabel bawah laut yang menghubungkan Manado ke Los Angeles, Amerika Serikat, menelan biaya yang tidak murah.

PT Telekomunikasi Indonesia menanda tangani proyek sistem komunikasi bawah laut di kawasan South East Asia-United States.

Konsorsium ini terdiri dari tujuh perusahaan telekomunikasi global, yaitu PT Telekomunikasi Indonesia (Telin), Globe Telecom, RAM Telecom International (RTI), Teleguam Holdings (GTA), GTI Corporation, Hawaiian Telcom, Telekomunikasi Indonesia International, Inc (Telkom USA).


Arief Yahya, Direktur Utama Telkom, mengatakan bahwa proyek ini merupakan satu-satunya sistem kabel bawah laut di dunia yang memiliki rute dari Indonesia ke Amerika Serikat dan melalui jalur timur. Proyek ini diharapkan dapat mewujudkan Indonesia Global Networks.

"Karena ini satu-satunya di dunia, kami harap Indonesia dapat jadi hub di tengahnya. Maka itu, kami akan bangun Indonesia Global Gateway," ujar Arief pada Press Conference Signing Ceremony Consortium SEA-US di Jakarta, Kamis (28/8) malam.

Pembangunan proyek tersebut diperkirakan akan selesai pada 2016. Total dana investasi konsorsium tersebut mencapai USD 250 juta dan Telkom mengambil porsi 40% atau setara USD 71,25 juta (Rp 833 miliar). Sedangkan target Break Even Point (BEP) baru akan terjadi dalam 5-7 tahun.

"Kami akan pakai semua instrumen financing. Dana internal kami cukup, karena aset lancar kami mencapai Rp 40 triliun," lanjutnya.

Submarine cable systems SEA-US, merupakan sistem kabel bawah laut yang mempunyai panjang sekitar 15 ribu kilometer yang membentang luas dari Indonesia hingga Amerika Serikat.

Rencananya kabel laut SEA-US akan menghubungkan Manado (Indonesia), Davao (Philipina), Piti (Guam), Oahu (Hawaii, United States), dan Los Angeles (United States).

Selain itu, Arief mengatakan bahwa Telkom juga sedang berusaha membangun kerja sama dengan Australia agar masuk ke dalam anggota konsorsiumnya. Menurut dia, peluang negara tersebut akan bergabung kemungkinan cukup besar.

Sebelumnya, Telkom juga membuat proyek kabel bawah laut yang menghubungkan kawasan South East Asia-Middle East-Western Europe 5 (SEA-ME-WE5) pada bulan Maret lalu.

Syarif Syarial Ahmad, Presiden Direktur Telin, menambahkan bahwa Telkom akan membangun jaringan kabel laut yang bernama Indonesia Global Gateway.

"Dengan Indonesia Global Getaway, kami ingin jadi inisiator untuk membuka internet services, POP lebih banyak, hingga International Private Line Circut. Investasi IGG berkisar USD 253 juta," kata Syarif.

Secara keseluruhan, nilai proyek kabel SEA-ME-WE5, SEA-US, dan IGG mencapai USD 1 miliar, dengan 40% atau USS 400 juta berasal dari Telkom. Dari USD 400 juta, proyek SEA-ME-WE5 sebesar USD 75,75 juta (15,24% terhadap total konsorsium), proyek IGG USD 253 juta, dan SEA-US USD 71,25 juta.

REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK