Begini Cara Kerja Sistem Navigasi Otak

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 07/10/2014 14:34 WIB
Begini Cara Kerja Sistem Navigasi Otak Professor John O'Keefe saat berada di Universitas College, London (Reuters/Suzanne Plunkett)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nobel Fisiologi 2014 yang diraih oleh seorang ilmuwan Amerika Serikat berdomisili Inggris, John O'Keefe, serta pasangan suami istri asal Norwegia, Edvard Moser dan May-Britt Moser adalah sebagai bentuk penghargaan atas penemuan sistem navigasi otak yang dapat membantu penderita stroke dan Alzheimer. Seperti apa cara kerja GPS temuan ketiga jenius itu?

Sel-sel spasial yang terletak di otak manusia adalah salah satu yang terkena dampak Alzheimer dan bentuk lain dari penyakit demensia, kemudian menyebabkan kebanyakan dari mereka kehilangan arah atau jalan.

Setidaknya hal tersebut yang menjadi visi awal ketiga ilmuwan pemenang penghargaan Nobel 2014.


Sistem navigasi di dalam otak manusia ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali satu set sel saraf spasial atau ‘place cells’. O'Keefe menyatakan bahwa sel-sel tersebut yang rerletak di bagian hippocampus, membentuk sebuah peta di dalam otak.

Sementara pasangan Moser mengungkapkan, mereka telah menemukan bagian yang berbeda dari otak yang bekerja seperti layaknya peta lautan. Jaringan sel-sel yang kemudian disebut ‘grid cells’ mirip dengan garis bujur dan garis lintang yang dapat membantu otak untuk menentukan jarak dan navigasi.

Seorang dokter yang bekerja dengan O'Keefe selama 10 tahun di University of Durham, Colin Lever, sempat menyampaikan beberapa hal mengenai penemuan hebat ini.

“Place cells membantu kita memetakan jalan ke penjuru dunia, namun setidaknya pada manusia, sel tersebut membentuk bagian dari perancah spatiotemporal dalam otak yang mendukung memori otobiografi kita,” jelas Lever yang CNN kutip dari BBC, Selasa (7/10).

“Karya ini khususnya pada pemetaan sel spasial di bagian hippocampus membuahkan latar belakang untuk penemuan si grid cells tersebut,” sambungnya.

Sementara komite Nobel mengatakan terkait kemenangan ketiga ilmuwan tersebut, bahwa kombinasi dari place cells dan grid cells merupakan sistem penempatan atau navigasi yang komprehensif dari sebuah GPS di dalam otak.

“Pemahaman yang lebih baik dari mekanisme saraf yang mendasari memori spasial itu penting dan penemuan place cells dan grid cells telah menjadi lompatan besar untuk memajukan usaha ini,” ujar salah satu komite Nobel.

May-Britt mengaku sangat bangga dengan semua dukungan yang diberikan kepadanya.

“Orang-orang telah percaya pada kami, apa yang kami lakukan dan sekarang ini adalah hadiahnya,” ujarnya.