Samsung memang masih menjadi raja ponsel pintar dunia. Prestasi ini bisa dicapai karena mereka memiliki berbagai jenis ponsel untuk setiap segmen pasar, mulai dari bawah, tengah hingga atas.
Saking banyaknya jenis ponsel yang diproduksi, sejumlah varian terkesan mirip satu sama lain. Baik dari segi tampilan, fitur, atau bahkan harga. Hal inilah yang terkadang malah menjadi blunder, membuat bingung calon konsumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di 2015, kami akan mengurangi model ponsel pintar dari seperempat menjadi sepertiga bila dibanding tahun ini," kata Yi, saat menghadiri acara Samsung Investors Forum 2014.
"Untuk ponsel kelas atas, inovasi adalah yang terpenting. Sementara untuk menengah bawah harga yang lebih penting," tambah Yi, seperti dilansir ZDnet, Rabu (19/11).
Performa keuangan Samsung memang tak sebaik tahun lalu. Berdasarkan laporan Wall Street Journal, laba bersih Samsung turun 60 persen pada kuartal ketiga 2014 yang berakhir September 2014. Laba operasional juga turun 20 persen pada kuartal pertama menjadi tujuh persen pada kuartal ketiga.
Akibat keuntungan yang terus merosot, gaji CEO Samsung Electronics J.K Shin juga terpaksa dipangkas. Jika sebelumnya pada kuartal ketiga ia menghasilkan 1,7 miliar won, kini pendapatannya dipangkas menjadi 689 juta won, atau setara dengan Rp 7,6 miliar.