Dari sana, Huawei dapat mengetahui bagian apa saja yang mengalami kerusakan, termasuk kerusakan pada komponen peranti keras seperti layar atau tombol, hingga kerusakan bodi yang menyelimuti ponsel.
Uji banting juga dilakukan dengan skenario bahwa ponsel terjatuh dari jarak dan kecepatan tinggi. Uji banting kali ini direkam dengan kamera yang menangkap video secara slow motion.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Kami akan memantau setiap kerusakan yang terjadi pada produk yang sedang kami kembangkan. Setelah itu, tidak menutup kemungkinan kami akan mengubah desain software, hardware, atau desain luarnya,” ujar Cheng Jun saat ditemui pada Senin (15/12).