Populasi Hewan

Tinggal 5 Ekor, Badak Putih Utara Terancam Punah

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Selasa, 16/12/2014 13:18 WIB
Tinggal 5 Ekor, Badak Putih Utara Terancam Punah Populasi badak putih kian mengkhatirkan, total tinggal ada lima ekor yang membuatnya dekat dengan kepunahan (Ilustrasi/Chris Jackson/Getty Images)
San Diego, CNN Indonesia -- Taman safari di San Diego, Amerika Serikat baru saja kehilangan seekor badak putih utara yang berumur 44 tahun. Dinamai Angalifu, kematiannya menyisakan spesiesnya itu tinggal berjumlah lima ekor di dunia.

"Kematian Angalifu benar-benar suatu kehilangan besar untuk kita semua, seperti selangkah lebih dekat dengan kepunahan dari spesies menakjubkan ini," ujar kurator Taman Safari San Diego, Randy Rieches.

Selama ini, guna berupaya melestarikan spesiesnya, tim konservasi selalu berharap Angalifu bisa kawin dengan badan putih utara betina yang diberi nama Nola. Namun, keduanya tak kunjung menghasilkan keturunan.


Jumlah spesies ini kini tinggal lima ekor, yaitu Nola di San Diego, satu ekor di kebun binatang Ceko, dan tiga lainnya di cagar alam Kenya.

Ternyata, pekan lalu petugas cagar alam di Kenya mengumumkan bahwa satu badak jantan dan dua betina di sana tidak akan berkembang biak secara alami, malah akan mencoba fertilisasi in-vitro.

Badak putih terdiri dari dua macam spesies, badak putih utara dan badak putih selatan.

Dulunya, spesies selatan diprediksi akan punah pada abad 19, namun populasi kecil spesies ini ditemukan di Afrika Selatan. Kemudian upaya konservasi membuat populasinya bertahan hingga saat ini. Menurut data WWF jumlahnya mencapai 20 ribu ekor.

Sedangkan spesies utara, di tahun 1960 masih berjumlah dua ribu yang kebanyakan bersemayam di Afrika Tengah dan Selatan.

Nasib spesies utara tidak bagus, karena menjadi sasaran para pemburu tidak bertanggung jawab. Banyak yang percaya bahwa cula badak mampu menyembuhkan penyakit, khususnya untuk pengobatan tradisional di Asia.