Misi Antariksa

Rusia Ingin Bangun Stasiun Luar Angkasa Sendiri

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Rabu, 17/12/2014 07:55 WIB
Rusia Ingin Bangun Stasiun Luar Angkasa Sendiri Ilustrasi (CNN Indonesia/Reuters/NASA/Alexander Gerst)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan antariksa Rusia, Russian Federal Space Agency atau yang lebih sering disebut Roscosmos baru-baru ini dikabarkan ingin membangun stasiun luar angkasa sendiri.

Rencana ini terkesan ingin menyaingi Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang dikendalikan oleh 15 negara, termasuk Rusia sendiri. Rupanya Roscosmos meragukan kelanjutan ISS dalam jangka panjang di masa depan.

Pihak Amerika Serikat sendiri hendak menetapkan agar ISS terus berfungsi hingga 2024, empat tahun lebih lama dari target sebelumnya. Namun pemerintah Rusia mengatakan akan menolak permintaan AS.


"Saya menyatakan bahwa hal ini (pembangunan stasiun luar angkasa) sedang dalam pertimbangan yang kemungkinan mengarah kepada proses perkembangan," ujar kepala Roscosmos, Oleg Ostapenko, yang dikutip oleh sumber berita RIA, Rusia.

Masih menurut Ostapenko, stasiun luar angkasa yang ingin dibangun oleh Rusia dapat menjadi bagian penting bagi misi penjelajahan bulan yang akan dilakukan oleh negara itu.

Belum jelas tentang pendanaan proyek ini. Rusia sendiri harus siap-siap menerima penolakan pada tahun depan. Ditambah krisis ekonominya yang semakin buruk akibat sanksi dari pihak Barat atas kebijakan Rusia dalam krisis Ukraina.

Dulunya, stasiun luar angkasa milik Rusia bernama Mir diluncurkan oleh Uni Soviet pada 1986 dan masa operasinya hanya bertahan hingga 2001.

Hal ini yang membuat Presiden Vladimir Putin mencari cara untuk memperbaiki industri antariksanya yang dulu sempat berjaya. Industri antariksa Rusia memang sempat tersendat lantaran adanya pemotongan anggaran selama bertahun-tahun dan menyusutnya ide baru yang menyulitkan Rusia gagal meluncurkan banyak misi.