Sengketa Domain

Cerita di Balik Klaim Saling Milik Domain BMW.id

Aditya Panji & Trisno Heriyanto, CNN Indonesia | Rabu, 14/01/2015 11:53 WIB
Cerita di Balik Klaim Saling Milik Domain BMW.id Ilustrasi (Reuters/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan otomotif Bayerische Motoren Werke (BMW) Group Indonesia mensomasi salah satu warga Surabaya yang memiliki domain internet bmw.id. Warga tersebut merasa benar karena domain itu didapatnya secara resmi. Aksi saling klaim pun tak terhindarkan.

Somasi BMW ditujukan langsung ke Benny Muliawan, Direktur sekaligus Founder BNL Patent. Sebuah perusahaan di Surabaya yang bergerak di bidang jasa konsultan hak kekayaan intelektual. Benny dianggap produsen mobil tersebut melanggar hak cipta dengan menggunakan merek mereka.

Domain bmw.id memang bukan milik BMW. Benny secara sah mendapatkannya setelah memenuhi tertib administrasi yang dibuat Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi). Domain tersebut kemudian hanya dipakai Benny untuk membuat akun email, bukan situs web. 


“BMW adalah singkatan nama saya, Benny Muliawan,” ujarnya kepada CNN Indonesia.
Apa yang dilakukan Benny dan soal kepemilikan bmw.id dibenarkan oleh Pandi. Dalam kasus ini Pandi menilai secara administrasi Benny memiliki hak memakai domain itu karena telah memenuhi syarat. Pandi mengizinkan pembelian domain di periode Sunrise oleh individu selagi ada surat pengajuan permohonan merek dagang dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual (Ditjen HKI), Kementerian Hukum dan HAM.

BMW adalah singkatan nama saya, Benny MuliawanBenny Muliawan
“Tak ada yang salah dengan pengajuan Benny untuk domain bmw.id, karena dia sudah daftarkan namanya sebagai merek dagang dengan singkatan BMW. Justru kesalahan ada di pihak BMW yang tidak mengikuti periode Sunrise, padahal periode itu digelar selama 3 bulan,” ungkap Sigit Widodo, Ketua Pandi Bidang Sosialisasi dan Komunikasi.

Bicara soal pendaftaran nama, Benny sejak 2012 lalu sudah mengajukan permohonan BMW sebagai merek untuk sebuah jasa perusahaan, yang masuk kelas 45 di daftar merek dagang Ditjen HKI.

Hingga kini permohonan merek BMW oleh Benny belum dikabulkan dan ada potensi dibatalkan oleh pemerintah.

"Setelah dilakukan pemeriksaan substansif kemungkinan ditolak pendaftarannya oleh Ditjen HKI," kata Direktur Merek di Kementerian Hukum dan HAM, Bambang Iriana Djajaatmadja saat dikonfirmasi CNN Indonesia.

Di sisi lain, BMW Group Indonesia, diwakili oleh kantor pengacara Suryomucito & Co, bersikeras ingin mengambil domain tersebut. Karena ini menyangkut merek global dan reputasi produsen otomotif itu di masa depan.
"Kalau nanti ada situs bmw.id dan isinya berbeda dengan bmw.co.id, konsumen kami bisa bingung. Kami tidak mau hal itu terjadi karena merek global BMW harus dijaga," tegas Jodie O'tania, Head of Corporate Comunications BMW Group Indonesia.

Di sejumlah negara, BMW kerap membeli nama domain internet yang berkaitan dengan merek dagangnya dan ini telah menjadi standar yang ditetapkan guna melindungi paten, tak terkecuali di Indonesia.

Klaim saling memiliki membuat persoalan bmw.id semakin runyam. Pandi sebagai pemberi domain mengaku siap memediasi antara Benny dan BMW dengan mendatangkan beberapa panelis ahli Penyelesaian Perselisihan Nama Domain (PPND). Masalahnya, Benny sendiri terdaftar sebagai salah satu panelis Pandi untuk wilayah Surabaya. 

“Kalau misalnya ini dibawa ke PPND, ya, akan saya serahkan ke teman-teman panelis lain,” kata Benny. Belum diketahui kapan pertemuan ini akan dilakukan.

Jadi, bmw.id itu Punya Siapa?

Benny memang telah melakukan semua prosedur untuk mendapatkan domain bmw.id, ia juga telah mendaftarkan nama untuk kategori berbeda di Ditjen HKI meski kecil kemungkinnan untuk disetujui. Sementara ini arek suroboyo itulah pemilik sah domain tersebut.

Pandi, sebagai regulator domain internet di Indonesia juga punya wewenang untuk memberikan nama domain kepada yang berhak. Sebelumnya Pandi juga mengklaim sudah mengirimkan tawaran untuk membeli domain .id ke semua pemilik .co.id, termasuk BMW Group Indonesia. Namun hingga masa pendaftaran selesai BMW belum juga mengambil sikap.

Sebagai pengelola Pandi juga wajib melakukan pemeriksaan menyeluruh sebelum akhirnya memberikan domain .id, salah satunya memastikan bahwa nama tersebut adalah milik pemegang merek dengan dokumen penunjang yang sah.

Sementara BMW, memang sudah dikenal sebagai produsen mobil mewah dan sudah lebih dulu memiliki domain di bmw.co.id. Namun entah mengapa BMW tidak merespons permintaan awal Pandi untuk memiliki domain .id yang diklaim sudah ditawarkan.

Saya kalau dengar BMW pasti langsung terbayang mobilYoris Sebastian
Indonesia dan Perlidungan Hak Cipta

Bagi Yoris Sebastian, konsultan kreatif sekaligus penulis buku Biang Inovasi, permasalahan ini seharusnya tidak perlu terjadi. Sebab soal paten dan hak kekayaan intelektual, Indonesia terbilang negara yang adil karena juga mempertimbangkan aturan internasional. Artinya, merek yang sudah didaftarkan secara global juga akan diakui secara nasional.

“Saya cukup sering mendaftarkan nama untuk hak cipta, dan setahu saya aturannya begitu. Indonesia cukup adil kok,” kata Yoris.
Khusus untuk kasus bmw.id Yoris menilai bahwa domain tersebut memang sudah sepantasnya dimiliki oleh produsen mobil tersebut, bukan dimiliki perorangan. Apalagi BMW sudah mengantongi domain bmw.co.id dan bahkan bmw.com.

“Mendaftarkan merek dengan nama yang sama itu tidak bisa, dan sepertinya BMW sudah lebih dulu memiliki hak atas nama tersebut,” lanjut Yoris. 

Entah siapa yang salah dalam masalah kepemilikan domain bmw.id tersebut, kedua pihak bersikeras sebagai pemilik yang pantas dengan mengantongi berbagai dokumen sah. Tapi di sisi lain, suka atau tidak nama BMW sendirii memang kadung identik dengan merek mobil ketimbang nama seseorang.

“Saya kalau dengar BMW pasti langsung terbayang mobil,” tutup Yoris.

(eno)




BACA JUGA