APLIKASI PONSEL

Go-Jek Dikenal Berkat Media Sosial

Gito Yudha Pratomo, CNN Indonesia | Selasa, 20/01/2015 18:12 WIB
Go-Jek mengandalkan media sosial untuk promosi utama. Jalur ini terbukti memberi pengaruh besar dalam meningkatkan popularitas dan pendapatan perusahaan. CEO Go-Jek, Nadiem Makarim. (Dok. Go-Jek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan penyedia layanan pemesanan ojek dan kurir instan Go-Jek sangat mengandalkan media sosial untuk sarana promosi utama karena jalur ini terbukti memberi pengaruh sangat besar dalam meningkatkan popularitas dan pendapatan perusahaan.

Saat ini media sosial yang jadi andalan bagi Go-Jek adalah Facebook dan Twitter. Dari media sosial itu pula, para konsumen kadang suka menceritakan pengalaman mereka dalam memanfaatkan Go-Jek.

"Sosial media sangat efektif, terutama Facebook dan Twitter. Mereka memberi dampak yang sangat besar bagi perusahaan," kata CEO Go-Jek, Nadiem Makarim kepada CNN Indonesia.


Kesan para konsumen dan aksi saling retweet dipercaya Nadiem dapat memperkenalkan Go-Jek kepada masyarakat luas dan efektif mempopulerkan merek mereka.

Go-Jek sendiri merupakan layanan pemesanan angkutan roda dua yang hadir pada 2011 dengan cakupan area layanan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Awalnya, pemesanan layanan ini hanya memanfaatkan SMS dan telepon, tapi kemudian Go-Jek membuat aplikasi untuk Android dan iOS untuk melakukan pemesanan.

Selain pemesanan ojek, Go-Jek juga menyediakan layanan kurir instan serta jasa pembelian sebuah produk yang selanjutnya akan diantarkan kepada pemesan (shopping delivery).

"Kami adalah perusahaan aplikasi, bukan perusahaan ojek," kata Nadiem.

Go-Jek sejauh ini mengajak para pengojek untuk menjadi mitra secara alih daya (outsourcing). Karena itu, pengendara di Go-Jek terbilang banyak jumlahnya, namun Nadiem enggan menyebut jumlahnya.

Ia percaya jasa ojek dapat menjadi alternatif transportasi dalam menembus kemacetan parah seperti di Jakarta dan bisa mempersingkat waktu tempuh. Tarif yang harus dikeluarkan konsumen tergantung pada argometer sesuai dengan jarak dan waktu tempuh.

Dari setiap transaksi yang terjadi antara konsumen dengan Go-Jek, akan dilakukan bagi hasil yaitu 80 persen masuk kantong pengojek dan 20 persen menjadi jatah Go-Jek. (adt)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK