Google Enggan Urusi Pengguna Android Lawas

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Senin, 26/01/2015 08:47 WIB
Google mengaku tak mau dibuat pusing dengan urusan keamanan para pengguna Android lawas.
Jakarta, CNN Indonesia -- Google memastikan bahwa mereka tidak berencana untuk memperbaiki aspek keamanan layanan browser pada sistem operasi Android terdahulu termasuk Jelly Bean.

"Untuk selalu memperbarui peranti lunak adalah salah satu tantangan terbesar di dalam aspek sekuritas," tulis pemimpin teknisi keamanan Android di Google, Adrian Ludwig pada publikasinya di laman Google+.

Keputusan Google dikabarkan membuat gusar para pakar keamanan yang cemas mengenai kemampuan peretas bisa merajalela menyerang jutaan orang yang masih menggunakan perangkat bersistem operasi Android yang lama.
Pasalnya, data terakhir dari Google menuliskan para pengguna yang masih memakai sistem operasi lama ada sekitar 61 persen atau satu miliar unit dari seluruh gadget Android.


Versi terakhir Jelly Bean sendiri dikabarkan masih memiliki celah yang terdapat pada komponen yang berfungsi menampilkan halaman web. Celah ini pertama kali ditemukan pada browser bawaan Jelly Bean oleh Rafay Baloch, pakar keamanan asal Pakistan.

Dilansir Cnet, Ludwig tengah memperjuangkan jumlah pengguna yang terancam keamanannya dan mengklaim jumlahnya memang semakin berkurang tiap harinya.

Dari data Google, sudah ada sekitar 39,1 persen ponsel pintar dan tablet yang sudah diperbarui menjadi OS 4.4 KitKat. Namun para pakar menanggapi bahwa upayanya belum terbilang maksimal.

Sementara perangkat Android yang memakai OS terbaru yakni 5.0 Lollipop jumlahnya masih kurang dari sepersepuluh dari satu persen pengguna Android.

Dengan dihentikannya dukungan tersebut, sekitar satu miliar pengguna Android Jelly Bean dipercaya dalam bahaya jika mereka masih menggunakan browser yang terinfeksi. Tak ada langkah lain, selain memeriksa pembaruan dari produsen ponsel, atau melakukan migrasi aplikasi atau sistem operasi lain.

"Sayangnya, ini adalah kabar bagus untuk para pelaku kriminal," kata Tod Beardsley, teknisi dari perusahaan software Metasploit.

Beardsley juga menambahkan bahwa masalah ini semakin serius karena tidak semua produsen mau mengeluarkan pembaruan secara rutin. Keputusan ini juga dianggap memaksa para pengguna Android lawas untuk beralih.


(eno/eno)