Perusahaan Swedia Tanam Chip di Tubuh Karyawan

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Jumat, 30/01/2015 19:53 WIB
Perusahaan Epicentre di Stockholm, Swedia, menanamkan cip mikro ke dalam tubuh karyawannya untuk membuka akses pintu gedung, tempat fotokopi, hingga lift. Ilustrasi kota Stockholm, Swedia. (Thinkstock/Scanrail)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah tren futuristik mulai merambah di dunia kerja di Swedia. Perusahaan Epicentre di Stockholm, Swedia, menanamkan cip mikro ke dalam tubuh karyawannya pekan lalu.

Seperti dilansir News.com.au pada Jumat (30/1), cip Identifikasi Frekuensi Radio (RFID) ini dapat membuka akses pintu gedung, tempat fotokopi, lift, hingga membeli makanan di kafe. Temuan ini dianggap dapat menjadi akhir dari kartu gesek.

Ide ini pertama kali digagas oleh kelompok eksperimen bernama BioNyfiken yang mengimplan delapan hingga lima belas orang sekaligus dengan cip RFID. Tujuan mereka adalah untuk membuat hidup orang lebih mudah dan merasa menjadi bagian komunitas BioNyfiken.


Kini, salah satu aktivis dari BioNyfiken, Hannes Sjoblad, melansir perkiraan bahwa setidaknya sekitar 100 orang di Swedia sudah memiliki cip ini. Menurut Sjoblad, cip ini adalah solusi ideal untuk mengatasi kerumitan kode pin.

"Bukankah akan lebih mudah hanya dengan menyentuhkan tangan? Itu sangat intuitif," ucap Sjoblad.

Proyek ini bukan yang pertama kali dilakukan. Akhir tahun lalu, dalam sebuah konferensi teknologi, sekitar 50 orang mengimplan tubuhnya dengan cip RFID. Emilott Lantz, 25, adalah salah satu di antaranya.

"Saya tidak merasa ini adalah masa depan, ini adalah masa kini. Bagi saya, aneh kita tidak memiliki ini sejak dulu," kata Lantz seperti dikutip dari The Local asal Swedia.

Sjoblad mengaku tidak heran Swedia menjadi tempat pertama diterapkannya teknologi ini.

"Swedia memiliki rekam jejak sebagai pengadaptasi teknologi baru yang sangat cepat dan suasana sekarang sangat kondusif untuk eksperimen semacam ini," tutur Sjoblad.

Sebelumnya, perusahaan Amerika Serikat, MC 10, juga memproduksi tato digital yang bisa menunjukkan data kandungan air dalam tubuh, paparan sinar UV, hingga memantau suhu badan bayi.

Sementara itu, terobosan teknologi ini mendapat tanggapan miring dari beberapa pengguna jejaring sosial. "Cip mikro implan. Apakah Anda akan memilikinya? Di Swedia ini menjadi tren. Tidak!" kicau pemilik akun Twitter @MyTenacious pada 9 Desember lalu.

Tanggapan keras juga meluncur dari pengguna akun Twitter @lisa_alba yang pada Jumat (30/1) berkicau, "Negara ini telah kehilangan keinginan untuk hidup bebas."
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK