Dari pengalaman CNN Indonesia, layar ponsel memberikan tampilan yang jelas dan tajam berkat panel AMOLED yang menghasilkan warna cerah, kontras tinggi, dengan akurasi yang cukup baik Seperti ponsel dengan panel pada umumnya, layar Oppo R5 menghasilkan gambar yang terkesan dingin dengan unsur kebiruan/kehijauan yang dominan. Sehingga, ada beberapa warna yang direproduksi tidak akurat dari warna aslinya.
Ponsel ini hadir dengan sistem operasi Android 4.4.4. Oppo telah melakukan modifikasi sistem operasi Android di produk ini dan hasil modifikasinya diberinama ColorOS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Secara umum, mengeksplorasi sistem operasi Android di Oppo R5 tidak mengalami kegagapan, tetapi agak terasa penundaan (delay) kecil jika berpindah dari halaman satu ke halaman lain atau saat membuka aplikasi. Ada dua kemungkinan yang bakal dialami pengguna, antara mereka harus beradaptasi atas hal ini atau merasa sangat terganggu dengan delay.
Tak berhenti sampai di situ. Ada beberapa gestur menarik bisa dijadikan jalan pintas untuk masuk ke sebuah aplikasi meski layar ponsel berada dalam posisi siaga.
Menggambar lingkaran di layar dengan jari berarti membuka aplikasi kamera, menggambar huruf V untuk mengaktifkan senter, menyapu layar ke bawah dengan dua jari akan membuka aplikasi pemutar musik. Setelah layar aktif, pengguna bisa menyapu layar dengan dua jari ke atas atau bawah untuk mengatur volume.
Oppo R5 memberi pengalaman baru dalam melakukan tangkapan layar (screenshot) yang bisa dilakukan dengan menyapu layar dengan tiga jari ke bawah.
Memang, butuh jeda sepersekian detik untuk menanti aplikasi terbuka setelah gestur digambar di layar. Tetapi sejauh ini gestur-gestur tersebut memberikan menyenangkan dan memberi pengalaman berbeda.


