Pengguna Android Mudah Terserang Malware
Gito Yudha Pratomo | CNN Indonesia
Sabtu, 07 Feb 2015 11:34 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Ancaman infeksi program jahat (malware) pada ponsel Android tengah merebak. Indonesia diklaim memiliki potensi yang tinggi terkena infeksi ini. Pasalnya, pengguna Android di sini masih seringkali mengabaikan prosedur keamanan.
Pendiri PT Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan bahwa, sekitar 70 persen pengguna ponsel Android di Indonesia masih kurang peduli soal keamanan.
"Populasi pengguna Android di Indonesia sangat besar. Sayangnya tingkat kesadaran mereka mengenai keamanan peranti lunak masih sangat rendah," kata Alfons kepada CNN Indonesia.
Bahkan ia menilai jika hal ini terus berlanjut, maka dalam waktu dekat pengguna Android di Indonesia dapat terinfeksi malware jahat yang sangat merugikan.
Yudhi Kukuh, Konsultan Teknis Eset Indonesia mengatakan hal serupa. Menurutnya, pengguna perangkat Android di Indonesia masih belum sadar akan pentingnya keamanan pada peranti lunak, terutama ponsel.
Ia mengatakan masih banyak ponsel berbasis Android yang sama sekali tidak terpasang antivirus maupun antimalware. Menurutnya, dengan kondisi seperti ini risiko penyebaran malware pada Android di Indonesia menjadi semakin besar.
"Di Indonesia potensinya (penyebaran malware) ada. Meskipun tidak akan secepat penyebaran di komputer," kata Yudhi.
Ia menambahkan untuk mengurangi risiko penyebaran program jahat ini diperlukan kesadaran tinggi dari masing-masing pengguna. Menurutnya, potensi penyebaran malware dapat dihentikan jika pengguna Android sadar dan mau mengantisipasi penyebarannya.
"Pengguna harus punya pengetahuan, harus teliti ketika mereka akan mengunduh sebuah program dan berhati-hati terhadap infeksi malware," kata Yudhi.
Alfons Tanujaya mengatakan hal senada. Ia menyarankan, agar pengguna melindungi diri dengan menginstal aplikasi dari vendor terpercaya.
(eno)
Pendiri PT Vaksincom, Alfons Tanujaya mengatakan bahwa, sekitar 70 persen pengguna ponsel Android di Indonesia masih kurang peduli soal keamanan.
Lihat juga:Malware 'Sedot Pulsa' Mengancam Indonesia |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan masih banyak ponsel berbasis Android yang sama sekali tidak terpasang antivirus maupun antimalware. Menurutnya, dengan kondisi seperti ini risiko penyebaran malware pada Android di Indonesia menjadi semakin besar.
Ia menambahkan untuk mengurangi risiko penyebaran program jahat ini diperlukan kesadaran tinggi dari masing-masing pengguna. Menurutnya, potensi penyebaran malware dapat dihentikan jika pengguna Android sadar dan mau mengantisipasi penyebarannya.
"Pengguna harus punya pengetahuan, harus teliti ketika mereka akan mengunduh sebuah program dan berhati-hati terhadap infeksi malware," kata Yudhi.
Alfons Tanujaya mengatakan hal senada. Ia menyarankan, agar pengguna melindungi diri dengan menginstal aplikasi dari vendor terpercaya.
(eno)