Hal ini pernah disampaikan fisikawan era 70-an, Gerard O’Neill. Dia yakin, dengan bantuan NASA dan Stanford University, manusia bisa membuat pesawat untuk hidup di luar Bumi sebagai ‘rumah kedua’.
Lihat juga:Membangun Lift ke Bulan, Bagaimana Caranya? |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan, seiring dengan pertumbuhan wisata luar angkasa yang pesat—seperti Space X dan Virgin Galaxy, ide ini semakin nampak mungkin untuk diwujudkan. Paling tidak itu menurut perusahaan properti seperti Lamudi.
“Seperti halnya kapal-kapal pesiar yang mampu mengantarkan Anda ke berbagai tempat di Bumi, pemukiman ruang angkasa akan mengantarkan manusia pada era yang berbeda,” tambah Karan, dalam keterangan yang diterima CNN Indonesia, Kamis (26/2).
Sementara Al Globus, kontraktor untuk NASA Ames Research Centre di California meyakini bahwa manusia akan menemukan tempat layak huni di luar Bumi kurang dalam 100 tahun ke depan.
“Kita juga telah menyebar ke beraneka tempat, sejauh yang kita bisa. Maka, langkah berikutnya adalah pindah ke ruang angkasa. Kita bisa memiliki pemukiman luar angkasa pertama dalam beberapa dekade lagi, kurang dari satu abad,” katanya.
(eno)