Tahun 2015 ini, XL Axiata akan fokus menggiring kebiasaan masyarakat ke arah yang serba digital dan mendukung agenda pemerintah soal Rencana Pitalebar Indonesia (RPI)
Dalam acara Media Gathering di kawasan Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (25/2), Deputi CEO XL Axiata Dian Siswarini, mengatakan bahwa perusahaan berencana mengedukasi era digital di desa dan kota dengan menjalankan program "Smart City" dan "Smart Village".
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
XL juga akan menjalin kerjasama dengan pemerintah daerah demi menjalankan program digital masyarakat tersebut. Pembangunan BTS di suatu daerah akan ditentukan oleh potensi pasar, kapasitas, pertumbuhan, hingga tingkat penggunaan ponsel pintar di daerah itu.
Sementara itu, agenda RPI dari Kementerian Komunikasi dan Informatika akan didukung oleh XL melalui penyelenggaraan jaringan 4G LTE.
"Untuk agenda RPI, Menkominfo ingin menyalurkan ke bidang maritim, pariwisata, dan agrikultur. Salah satu contoh bentuk dukungan kami adalah membuat aplikasi M-Fish untuk maritim," ujar Dian.
Secara bisnis, Dian melihat tahun 2015 tidak akan mudah dan banyak tantangan yang harus dihadapi mengingat persaingan antar operator seluler yang makin ketat. Di sisi lain, pertumbuhan jumlah pengguna ponsel dan internet di Indonesia terus meningkat dan masih banyak celah bisnis yang bisa dimasuki.
XL mengklaim memiliki 52 ribu BTS di seluruh wilayah operasional dan didukung oleh jaringan backbone serat optik sepanjang lebih dari 30 ribu kilometer. Mereka menargetkan bisa memberi kecepatan rata-rata internet minimal 5 Mbps. (adt)