Ketiga terdakwa itu adalah, dua warga Vietnam, Viet Quoc Nguyen dan Giang Hoang Vu, yang dituding mencuri data dari delapan penyedia layanan email, sementara David-Manuel Santos Da Silva dari Kanada diduga bersekongkol dengan dua warga Vietnam itu.
Nama pengguna dan alamat email yang dicuri itu selanjutnya dikomersialkan ke pihak ketiga untuk kegiatan pemasaran sebuah produk atau jasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam dokumen di Departemen Kehakiman AS, disebut bahwa Da Silva bertanggungjawab atas pengiriman pesan sampah dari klien yang bekerjasama dengan perusahaannya, Marketbay.com.
Kasus ini mirip dengan pelanggaran yang terjadi pada 2011 oleh Epsilon Marketing, sebuah perusahaan pemasaran yang membantu klien mengirim pesan spam lewat email. Perusahaan ini menyimpan lebih dari 250 juta alamat email, termasuk dari penyedia layanan email besar.
Baca juga: Carbanak, Jaringan Hacker Pencuri Rp 12,7 Triliun dari Bank (adt)