Uang sebanyak itu akan digunakan Samsung untuk mendanai semua pengembangan produk baru, dari peralatan rumah tangga hingga ponsel pintar. Menurut Business Korea ini adalah investasi terbesar yang pernah mereka lakukan.
Performa keuangan Samsung sendiri sebenarnya tidak terlalu menggembirakan di tahun lalu. Karena rendahnya penjualan Galaxy S5, dan naiknya pamor iPhone 6, Samsung akhir tergelincir dari posisi teratas produsen smartphone dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan yang turun itu akhirnya memaksa Samsung untuk mengurangi jumlah produk yang akan mereka rilis di 2015. "Di 2015, kami akan mengurangi model ponsel pintar dari seperempat menjadi sepertiga bila dibanding tahun ini," kata Robert Yi, Senior Vice President and Head of Investor Relations Samsung Electronics akhir 2014 lalu.
Meski begitu, Samsung dinilai cukup serius untuk membuat produk yang berkualitas. Sebab jika dilihat dari nilai investasi yang mereka tanamkan untuk divisi riset dan mengembangan, jumlahnya meningkat dari 3,7 persen menjadi 7,4 persen dari total penjualan. Akankah Samsung kembali mengalahkan Apple?