Platform ini akan terbuka untuk semua pengembang yang memenuhi pedoman tertentu, termasuk ketentuan pengembang harus membuat aplikasi yang bisa diakses dari ponsel atau komputer walaupun dengan kecepatan Internet yang terbatas.
Internet.org menawarkan akses Internet gratis untuk layanan informasi pekerjaan, pertanian, kesehatan, pendidikan, ensiklopedia bebas Wikipedia, serta layanan Facebook itu sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Facebook menggandeng sejumlah operator seluler agar memberikan Internet gratis yang mengakses layanan dari Internet.org. Di Indonesia, Internet.org telah bekerjasama dengan Indosat dengan kecepatan yang terbatas dan didukung oleh sejumlah portal berita serta situs web lain.
Presiden Direktur dan CEO Indosat, Alexander Rusli, sebelumnya mengatakan bahwa Internet.org hanya memberikan kecepatan akses 2G. Tujuannya mengajak lebih banyak orang terhubung ke Internet.
Namun, langkah Internet.org mengundang kritik dari sejumlah aktivis Internet di dunia yang menyatakan Facebook telah mengendalikan data serta melanggar netralitas jaringan, sebuah prinsip bahwa layanan Internet harus diperlakukan secara adil.
Aktivis dari SaveTheInternet.in yang berbasis di India, Nikhil Pahwa, yang mendukung netralitas jaringan (net neutrality), mengatakan apa yang dilakukan Internet.org ini akan menyebabkan pergeseran permanen dalam cara kerja Internet.
“Ini secara efektif akan merugikan perusahaan lain dan penggunaan yang lebih luas dari situs web,” ujarnya seperti dikutip dari Reuters.
Daniels menepis anggapan itu. Ia berkata prinsip-prinsip netralitas jaringan harus juga didampingi dengan program yang membawa warga untuk mengakses Internet. (adt/eno)