Facebook Mau Jadi Pesaing Besar YouTube

Aditya Panji, CNN Indonesia | Sabtu, 25/04/2015 18:13 WIB
Facebook mengatakan bahwa penggunanya kini menonton empat miliar video per hari, dibandingkan 3 miliar video per hari pada Januari lalu. Facebook diprediksi bakal jadi platform yang menawarkan pengalaman menonton video yang baik, menyaingi YouTube milik Google. (Canal Seis Noticias de Honduras/Flickr)
Jakarta, CNN Indonesia -- YouTube telah berusia 10 tahun dan menjadi pemain dominan dalam layanan berbagi video. Tapi layanan milik Google ini nampaknya tidak boleh cepat besar hati karena Facebook berkomitmen menjadi pesaing besar dengan upaya menyediakan konten video lebih banyak.

Facebook mengatakan pada Rabu (22/4) bahwa penggunanya kini menonton empat miliar video per hari, dibandingkan 3 miliar video per hari pada Januari lalu dan hanya 1 miliar video per hari pada September 2014 lalu.

Selain konten video yang diunggah oleh pengguna, sejumlah analis menilai Facebook berpotensi menjadi wadah yang tepat untuk iklan video bagi para pemilik merek. Facebook sendiri telah meluncurkan lapak untuk iklan video yang bisa memutar secara otomatis pada Maret 2014.


Baca juga: Zuckerberg: WhatsApp dan Messenger Beda Fungsi

"Internet mengalami titik perubahan dan dalam hal permintaan video dan periklanan mobile, Facebook mungkin menjadi penerima manfaat terbesar untuk itu," kata analis Mark Mahaney dari RBC Capital Markets.

Google belum mengungkap data jumlah penonton YouTube saat ini, tetapi mereka sempat mengumbar data pada Januari 2012 silam bahwa ada 4 miliar video yang ditonton per hari.

Perusahaan manajemen investasi Cowen & Co memperkirakan, ada 7,9 miliar video per hari yang ditonton di YouTube hingga akhir tahun 2015 dan menghasilkan pendapatan US$ 5,9 miliar dari iklan video. Sementara pendapatan Facebook untuk iklan video diproyeksi mencapai US$ 1 miliar tahun ini.

"Pertumbuhan konsumsi video di Facebook tetap meledak karena ia berevolusi menjadi platform mobile video," kata analis dari Cowen & Co, seperti dikutip dari Reuters.

Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg mengatakan bahwa pihaknya menggarap dengan serius konten video dan ia percaya video akan memainkan peran penting dalam membawa lebih banyak pemilik mereka untuk promosi di perangkat mobile.

"Lebih dari 75 persen dari penayangan video global Facebook terjadi di ponsel, dan kami percaya video mobile akan menjadi lebih penting untuk pemilik merek dari waktu ke waktu, " katanya.

Facebook membukukan pendapatan US$ 3,54 miliar pada kuartal pertama 2015, atau tumbuh 42 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Akan tetapi, laba bersih mereka turun 20 persen menjadi S$ 509 juta.

Facebook melakukan investasi besar-besar di seluruh produknya. Para analis melihat ada banyak kesempatan untuk membangun aliran pendapatan dari layanan WhatsApp, Instagram, hingga kacamata virtual reality Oculus Rift. (adt)