Mobil terbang disebut mengalami kecelakaan tak terduga pada 8 Mei 2015 yang membuat kendaraan berputar-putar di udara. Klein mengaktifkan sistem parasut pada ketinggian 274 meter untuk mengurangi benturan mobil terbang dengan tanah.
Menurut laporan media Progue Post, setelah menyentuh daratan, Klein yang berusia 54 tahun keluar sendiri dari mobil terbang tanpa bantuan siapa pun. Ia segera dibawa ke rumah sakit terdekat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam siaran pers, Aeromobil mengatakan situasi tak terduga dari kecelakaan ini merupakan pembelajaran berarti bagu perusahaan dalam program pengujian dan akan segera memperbaiki hal yang tidak berfungsi normal.
Mobil terbang mereka disebut tidak membutuhkan sebuah bandara untuk lepas landas. Vaculik mengatakan, landasan yang dibutuhkan adalah seluas dua kali lapangan sepak bola dengan kecepatan laju kendaraan 130 kilo meter per jam. Jarak terbang yang dicapai diklaim mencapai 700 kilo meter.
Untuk tahap awal mobil terbang ini hanya akan diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas, dan bisa dipastikan bahwa segmen yang dituju adalah mereka yang sudah memiliki mobil sport mewah, atau pemilik jet pribadi yang ingin merasakan sensasi mobil melayang.
Kendaraan dengan bahan bakar minyak tersebut ditargetkan bisa dijual secara komersial pada 2017 mendatang. (adt/eno)