Dalam pertemuan dengan investor di Tokyo, Jepang, Totoki mengungkap rencananya untuk melawan fluktuasi valuta asing. Lonjakan dollar ini menyebabkan masalah besar untuk bisnis perangkat mobile karena harga bahan baku dan suku cadang ikut naik.
Namun, ia tidak mengungkap lebih detail perubahan harga ponsel pintar seri Xperia, apakah bakal dinaikkan atau diturunkan untuk menekan margin tetapi meningkatkan volume penjualan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami melihat penguatan dollar sedang berlangsung. Meskipun ada dampak dari nilai tukar, kami ingin membatasi kerugian melalui harga dan biaya operasional yang lebih rendah," ujar Totoki seperti dikutip dari Reuters.
Setelah bertahun-tahun mengalami kerugian, Sony Mobile Communications mengharapkan laba bersih 140 miliar yen pada tahun ini.
Di tahun ini, bisnis perangkat mobile Sony menargetkan kerugian operasionalnya bisa ditekan menjadi 39 miliar yen, sementara perusahaan secara keseluruhan memperkirakan meraih laba operasional 320 miliar yen.
Perusahaan induknya, Sony, juga berjuang selama beberapa tahun terakhir karena penjualan lemah dalam bidang ponsel pintar dan televisi karena digempur pesaing dari Asia yang berani menawarkan harga lebih murah.
Di bisnis ponsel pintar, Xiaomi bersaing dengan Apple dan Samsung. Mereka juga mendapat takanan dari para produsen ponsel pintar Tiongkok macam Xiaomi dan Huawei yang mulai mendapat kepercayaan dari konsumen di pasar negara berkembang. (adt/eno)