Ditemukan Tujuh Spesies Kodok yang Amat Kecil

Deddy S, CNN Indonesia | Jumat, 05/06/2015 12:55 WIB
Ditemukan Tujuh Spesies Kodok yang Amat Kecil Kodok Brachycephalus auroguttatus (dok. Ribeiro LF, Bornschein MR, Belmonte-Lopes R, Firkowski CR, Morato SAA, Pie MR./via Peerj.com)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah lima tahun mengeksplorasi hutan lebat yang rapat di Brazil, ilmuwan berhasil menemukan tujuh spesies kodok yang ukurannya amat kecil.

Ketujuh kodok itu termasuk spesies baru karena belum pernah ditemukan sebelumnya. Ketujuhnya termasuk ke dalam genus Brachycephalus.

Ketujuh spesies baru itu adalah Brachycephalus mariaeterezae, Brachycephalus olivaceus, Brachycephalus auroguttatus, Brachycephalus verrucosus, Brachycephalus fuscolineatus, Brachycephalus leopardus, dan Brachycephalus boticario.


Ukuran kodok-kodok itu sangat kecil, hanya kurang dari 1 centimeter panjangnya. Semuanya hidup di habitat hutan di dataran tinggi.

Tingginya penebangan liar di hutan itu dikhawatirkan mengancam populasi kodok-kodok mini itu.

Menurut para ilmuwan penemunya, seperti ditulis di jurnal PeerJ, penemuan kodok itu sangat sulit. Mereka membutuhkan lima tahun untuk mengeksplorasi hutan sampai akhirnya menemukan spesies-spesies baru itu.

“Meskipun untuk terjun ke lapangan sangat menyulitkan, tapi selalu ada perasaan dan keingintahuan tentang seperti apa wujud spesies baru itu,” kata Marcio Pie, peneliti dari Universitas Federal do Parana, yang memimpin proyek tersebut.

Kebanyakan kodok dari spesies baru itu memiliki warna-warna yang terang, yang awalnya dikhawatirkan bahwa kulit mereka mengandung racun yang disebut tetrodotoxin.

Genus Brachycephalus sendiri pertama kali ditemukan pada 1842. Sudah lebih dari setengah spesies dari genus itu yang ditemukan selama 15 tahun terakhir. Ini menimbulkan asumsi di antara para ahli bahwa sebetulnya masih banyak spesies baru dari genus itu di alam liar. (ded/ded)