Menurut pakar teknologi informasi Richardus Eko Indrajit, BSN seharusnya bisa menjadi komando yang menyaring informasi di masyarakat untuk menentukan apakah itu menjadi ancaman dan berpotensi membahayakan kedaulatan negara atau tidak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut mantan ketua Indonesia Security Incidents Response Team on Internet Infrastructure (ID-SIRTII) itu, pemerintah perlu melakukan mitigasi secara preventif dan reaktif.
Menurut rencana, BSN akan menjadi koordinator untuk lembaga yang telah memiliki divisi keamanan siber, seperti TNI, Polri, Kemenkominfo, Kemenkopolhukam, ID-SIRTII dan ID-CERT.
Richardus menanggapi bahwa BSN minimal bisa menjadi lembaga yang bisa dipercaya oleh seluruh pemangku kepentingan untuk memimpin dalam koordinasi masalah.
Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno sebelumnya sempat mengatakan, dalam waktu dekat Presiden akan membentuk tim panitia seleksi kepala dan anggota BSN. Kepala dan anggota BSN harus memenuhi standar kelayakan, tanpa memandang latar belakang institusi untuk dapat menjabat di lembaga siber nasional tersebut.
Presiden Joko Widodo dilaporkan mau menempatkan BSN sebagai lembaga yang kedudukannya sejajar dengan kementerian. (adt/ded)