Dijumpai usai acara pembukaan pameran Indonesia Cellular Show (ICS) 2015 di Jakarta Convention Center, Rabu (10/6), Rudiantara menyampaikan beberapa hal.
Penggunaan media sosial dan layanan pesan instan di Indonesia selama ini dikuasai oleh produk internasional seperti WhatsApp, Facebook, Path, dan Twitter. Ia ingin OTT internasional tersebut bisa lambat laun dikalahkan oleh produk lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia meyakini, pengembangan OTT nasional akan menjadi bentuk dorongan tersendiri bagi anak-anak muda untuk membuka startup, khususnya di bidang aplikasi.
Kendati begitu, ia menyadari masyarakat masih sangat menggandrungi layanan WhatsApp karena belum ada produk nasional yang dipromosikan secara menyeluruh.
Apabila OTT nasional sudah mulai diperkenalkan dan dikembangkan dengan sungguh-sungguh, Rudiantara ingin aplikasinya lebih mudah dioperasikan oleh penggunanya ketimbang aplikasi OTT dari negara lain.
Di Indonesia sejak tahun 2013, WhatsApp memang mengalami kenaikan jumlah pengguna hingga 133 persen. Hal ini menempatkan WhatsApp di posisi pertama dengan angka pengguna sekitar 54 persen.
(eno)