Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Muhammad Budi Setiawan mengatakan, operator harus diberi kesempatan untuk mengatasi trafik tinggi yang terjadi di saat momen mudik dan Lebaran.
"Tata ulang 1.800 MHz sudah selesai di Maluku, Maluku Utara, dan Papua. Sekarang sedang berlangsung di Aceh. Dan nanti akan lanjut lagi dari Sumatera," ujar Budi saat dihubungi CNN Indonesia, Rabu (24/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penataan spektrum 1.800 MHz telah dilakukan sejak 1 Mei 2015 lalu bergerak ke Indonesia bagian barat dan terakhir di kawasan Jabodetabek. Penataan akan membuat blok frekuensi milik operator ditempatkan secara berdampingan, tidak lagi terpisah-pisah. Budi berkata hal ini membuat layanan yang diberikan bisa maksimal.
"Kasihan juga Tri tidak punya frekuensi di 900 MHz. Oleh karena itu kita maksimalkan 1.800 MHz untuk LTE," kata Budi.
Untuk memberi layanan 4G LTE yang ideal, sebuah operator paling tidak harus memiliki sumber daya frekuensi seluas 20 MHz. Budi berkata kebutuhan itu bisa dipenuhi jika operator memanfaatkan 1.800 MHz. Hingga kini tercatat XL dan Telkomsel mempunyai lebar 22,5 MHz, Indosat 20 MHz, sedangkan Tri yang paling kecil, 10 MHz. (adt/eno)