Vice President Technology & System Telkomsel, Ivan C. Permana menjelaskan, standar pemrosesan data ini dapat melengkapi standar Frequency Division Duplex (FDD) yang selama ini dipakai pada spektrum frekuensi 900 MHz dan 1.800 MHz untuk 4G LTE.
Ivan berkata pihaknya telah meminta pemerintah agar Telkomsel bisa memanfaatkan spektrum 2.300 MHz yang terdapat frekuensi tak terpakai seluas 30 MHz.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Alasan Smartfren Pakai Teknologi TDD dan FDD 4G LTE
Di Telkomsel, lanjut Ivan, sekitar 70 sampai 80 persen trafik Internet melakukan aktivitas yang download dan sisanya upload. Operator dengan 140 juta pelanggan ini punya sekitar 70 juta sampai 80 juta pelanggan Internet.
Sejauh ini hanya Smartfren yang mengadopsi dua standar itu di layanan 4G LTE. Smartfren memakai standar TDD di spektrum 2.300 MHz (dengan luas pita 30 MHz) dan FDD di 850 MHz (seluas 10 MHz).
Sementara operator lain yang berlisensi GSM menerapkan standar FDD di spektrum 900 MHz dan 1.800 MHz.
Ivan mengatakan, TDD memang cocok di spektrum tinggi untuk memberi akses yang lebih cepat untuk download. Namun, menurutnya para operator yang memakai TDD di spektrum ini harus menetapkan waktu download dan upload yang sama untuk mengurangi interferensi.
"Kalau waktu download dan upload yang dipakai para operator di sana tidak sama, bisa jadi gangguannya tinggi," tutur Ivan.
(adt)