"Penerbangan tahap pertama berhasil sampai ke 139 detik. Namun setelah itu, kami mengalami anomali dalam misi ini yang berakhir dengan kegagalan,"ujar Presiden SpaceX Gwyne Shotwell, seperti dikutip dari Space News, Senin (29/6).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SpaceX merupakan perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk. Ia kerap disebut sebagai Iron Man di dunia nyata karena buah pikirnya yang melahirkan produk-produk yang dinilai penting di masa depan
"Kami tidak berharap ini menjadi masalah tahap pertama," kata Shotwell. "Kami melihat beberapa indikasi penekanan pada tahap kedua, kita akan melacak dan menindaklanjuti di sana."
Dia mengatakan dia tidak memiliki data tambahan tentang isu tahap kedua, dan menolak untuk berspekulasi tentang penyebab kegagalan .
Sementara itu para pejabat NASA menyatakan kekecewaan mereka dengan kegagalan, tetapi mengatakan mereka terus mendukung SpaceX dan menekankan bahwa kegagalan tidak akan memiliki efek langsung pada operasi ISS.
"Kami kecewa dengan hilangnya SpaceX yang membawa misi kargo untuk memasok ke Stasiun Luar Angkasa Internasional," kata pejabat NASA Charles Bolden dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan dua jam setelah kegagalan peluncuran.
"Namun, para astronot di kapal stasiun masih memiliki persediaan yang cukup untuk beberapa bulan ke depan," tambahnya.
Dengan kejadian ini, tentu saja ada perbaikan dari pihak SpaceX. Walaupun membutuhkan waktu yang sangat lama, namun diprediksi tidak akan mencapai satu tahun. (tyo/tyo)