Roket Antariksa SpaceX Meledak setelah Diluncurkan

Aditya Panji, CNN Indonesia | Senin, 29/06/2015 08:01 WIB
Roket Antariksa SpaceX Meledak setelah Diluncurkan Roket Falcon 9 buatan SpaceX. (Dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Roket Falcon 9 milik perusahaan pembuat pesawat antariksa SpaceX meledak setelah dua menit sembilan detik diluncurkan dari fasilitas Cape Canaveral, Florida, AS, Minggu (28/6).

Roket tanpa awak ini seharusnya membawa kargo berupa peralatan penelitian serta makanan untuk para astronaut di Stasiun Ruang Angkasa Internasional (International Space Station/ISS).

Kecelakaan menandai kegagalan peluncuran Falcon 9 yang pertama dari 18 misi yang berhasil. Seharusnya penerbangan kali ini akan menjadi tes ketiga bagi SpaceX dalam membuat roket yang dapat digunakan kembali, tapi sayang penerbangan kali ini gagal.


Baca juga: Pesawat Antariksa Komersial Virgin SpaceShipTwo Jatuh

Falcon 9 menurut prosedur melakukan tahap pemisahan diri pertama dari peluncur pada menit ketiga setelah lepas landas. Roket jenis serupa dijadwalkan kembali diluncurkan ke antariksa pada 9 Agustus mendatang.

SpaceX merupakan perusahaan yang didirikan oleh Elon Musk. Ia kerap disebut sebagai Iron Man di dunia nyata karena buah pikirnya yang melahirkan produk-produk yang dinilai penting di masa depan.

Sebelum mendirikan SpaceX, Musk tercatat merupakan salah satu pendiri perusahaan pembayaran online PayPal. Kemudian ia juga mendirikan dan menjadi CEO di Tesla Motors, perusahaan yang membuat mobil listrik yang bisa berjalan tanpa sopir.

Dalam sebuah kicauan di Twitter, Musk berkata kecelakaan kali ini disebabkan oleh tangki oksigen cair yang pecah di udara. Ia berjanji tim SpaceX bakal melakukan analisis menyeluruh untuk mengetahui penyebab tangki pecah.

Bagi dunia penerbangan ruang angkasa, ini merupakan kegagalan peluncuran roket ke ISS yang ketiga sejak tahun lalu dan yang kedua selama berturut-turut.

Oktober 2014 lalu, roket Antares milik perusahaan Orbital Sciences meledak di fasilitas peluncuran. Dua bulan lalu, badan antariksa Rusia Roscosmos juga gagal mengirim kargo ke ISS karena roket berputar tak terkendali dan akhirnya terbakal di atmosfer Bumi.

Falcon 9 kali ini turut membawa dua perangkat kacamata hologram HoloLens buatan Microsoft. Teknologi itu rencananya mau dimanfaatkan NASA untuk mendukung jalur komunikasi astronaut di ISS dan tim teknisi di Bumi dalam menggantikan instruksi secara verbal dengan ilustrasi holografik di lingkungan sekitar astronaut.

Kegagalan peluncuran roket Falcon 9 kali ini tidak mengancam kelangsungan hidup para astronaut di ISS. Roscosmos, akan meluncurkan kargo ke ISS pada 3 Juli mendatang.

Baca juga: Google Danai Proyek Internet Lintas Planet Elon Musk

SpaceX diharapkan bisa menjadi kendaraan untuk misi antariksa masa depan badan antariksa Amerika Serikat, NASA, dan melayani penerbangan antariksa komersial.

Perusahaan swasta lain yang juga mengembangkan pesawat antariksa adalah Boeing, Blue Origin, Virgin Galactic, hingga Lockheed Martin.

(adt)