Pesawat Penjelajah Planet Pluto Alami Kerusakan

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Senin, 06/07/2015 09:27 WIB
Pesawat Penjelajah Planet Pluto Alami Kerusakan Ilustrasi pesawat antariksa New Horizons. (Dok. NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat New Horizons milik badan antariksa Amerika Serikat, NASA, yang tengah mendekati planet Pluto sedang mengalami kerusakan komputer pada Sabtu (4/7).

Kerusakan pada sistem komputer pesawat sebesar piano ini membuatnya hilang kontak komunikasi radio selama 81 menit dengan pengontrol misi di John Hopkins University Applied Physics Laboratory in Laurel, Maryland.

Mengutip situs The Guardian, para ilmuwan NASA berusaha memperbaikinya. Padahal, New Horizons dijadwalkan akan berada di orbit terdekat Pluto pada 15 Juli besok.


Baca juga: Cahaya Misterius Terlihat Jelas di Planet Kerdil Ceres

"Perbaikan menyeluruh kira-kira memakan waktu satu hingga beberapa hari. New Horizons sementara tidak bisa mengumpulkan data ilmiah selama masa perbaikan," tutur pihak NASA.

Perbaikan tersebut antara lain kebutuhan waktu empat setengah jam untuk mengirim rangkaian sinyal ke New Horizons, mengingat ia berada di jarak miliaran kilometer dari Bumi.

Diketahui gaya gravitasi Pluto sangat lemah, sehingga New Horizons membutuhkan banyak bahan bakar untuk menyesuaikan manuver.

Saat New Horizons berada di fase terdekatnya dengan Pluto, ia direncanakan akan mengambil gambar dari jarak terdekat dan memberikan tafsiran ilmiah kepada para ilmuwan di Bumi.

Ia diharapkan bisa mengungkapkan cincin yang melingkari Pluto, lautan 'rahasia' di bawah permukaan Pluto, ataupun jumlah bulan Pluto yang bisa saja bertambah.

New Horizons sejauh ini sudah melakukan pengukuran partikel-partikel dan debu dari jarak 217 juta kilometer, serta memotret permukaan Pluto.

New Horizons diluncurkan oleh NASA pada Januari 2006. Ia telah menjelajah ruang angkasa selama 1.873 hari atau kurang lebih sembilan tahun.

New Horizons menjelajah ruang angkasa dalam kondisi setengah tertidur selama enam tahun belakangan. NASA membangunkannya tiap dua kali setahun untuk mengecek instrumen dan latihan manuver yang sekiranya akan dilakukan saat mendekati Pluto. (adt)