Pada kuartal kedua tahun 2015, Facebook mengatakan anggaran penelitian dan pengembangan mereka naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Chief Technology Officer Facebook, Mike Schroepfer mengatakan, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang mereka buat lebih kepada teknologi yang membantu perusahaan memahami pengguna untuk mengantisipasi kebutuhan Facebook.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Harapan saya untuk kecerdasan buatan dan Facebook dalam dekade berikutnya adalah Anda dapat duduk dan diberitahu Facebook. Ini tentang apa yang saya ingin dengar hari ini," kata Schroepfer seperti dikutip dari CNBC. "Ketika saya mengalami hari buruk, saya ingin mendengar kabar baik."
Perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu, telah menyelesaikan purwarupa produk drone yang diharap bisa uji terbang untuk menyebarkan akses Internet kepada penduduk dunia yang belum terhubung ke Internet.
Drone dengan bobot 400 kg dan memiliki lebar sayap 42 meter ini, diklaim bakal terbang di ketinggian 20 sampai 30 kilo meter sehingga tidak mengganggu pesawat komersial, dan diklaim tidak terpengaruh cuaca.
Sementara teknologi realitas virtual, diseriusi Facebook melalui anak perusahaan Oculus yang mereka akuisisi pada Maret 2014 senilai US$ 2 miliar.
Oculus siap menjual kacamata realitas virtual bernama Rift generasi pertama kepada publik pada kuartal satu 2016. Pada tahap awal Facebook menargetkan perangkat tersebut dapat memperkaya pengalaman bermain game dari konsol Microsoft Xbox. (adt)