Flash sendiri sebetulnya makin ditinggalkan. Sampai-sampai ada gerakan Occupy Flash, yang mengkampanyekan cara untuk meng-uninstall Flash dari komputer dan ‘mematikan’ Flash di browser.
Pilihan Redaksi |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modusnya begini. Peretas membeli iklan di situs Yahoo Sports, News, dan Finance. Begitu sebuah komputer berbasis Windows mengunjungi salah satu dari situs-situs itu, secara otomatis komputer itu mengunduh kode malware. Kemudian malware mencari-cari program Flash yang belum di-update di komputer itu dan memakainya untuk mengontrol komputer dari jarak jauh.
“Saat ini, orang-orang jahat itu sangat menikmati ini semua,” kata Jerome Segura dari Malwarebytes, yang menemukan serangan tersebut. “Flash bagi mereka seperti berkah?”
Trafik ke situs Yahoo mencapai 6,9 miliar visit per bulan. Properti Yahoo yang lain juga diperkirakan memiliki trafik ratusan juta visit tiap bulan.
“Tentang berapa banyak orang yang terdampak iklan bervirus itu, hanya Yahoo yang tahu,” kata Segura. “Yang kami lihat, ini adalah serangan terbesar pada bulan-bulan ini.”
Yahoo sendiri, seperti dikutip New York Times, mengatakan tak tahu pasti berapa banyak orang yang terinfeksi. Tapi Yahoo menegaskan serangan itu tak sebesar yang digembar-gemborkan di media. “Kami menyikapi dengan serius semua ancaman keamanan,” demikian pernyataan resmi Yahoo. “Skala serangan itu disalahartikan dalam berita-berita di media massa, dan kami akan terus menginvestigasi itu tersebut.” (ded/ded)