GrabBike Belum Mau Ekspansi ke Luar Jakarta

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Kamis, 13/08/2015 10:57 WIB
GrabBike hendak fokus di pasar Jakarta dan menambah jumlah mitra pengojeknya. Jika hendak ekspansi, mereka lebih dulu akan memperluas bisnis di Bodetabek. Ribuan pengendara motor melakukan pendaftaran GrabBike di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu, 12 Agustus 2015. Sebanyak 8.500 pengemudi motor mendaftar untuk bergabung dengan GrabBike yang dibagi dalam dua kelompok. Sebanyak 3.500 kandidat sebelumnya sudah pernah mendaftar di GrabBike dan 5.000 lain belum pernah daftar. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Layanan ojek panggilan berbasis aplikasi, GrabBike, mengaku ingin fokus melayani permintaan di Jakarta dan belum mau ekspansi ke kota lain, seperti yang gencar dilakukan kompetitor terbesarnya, Gojek.

Jakarta disebut GrabBike sebagai pasar sangat potensial karena mobilitas warga di kota ini sangat padat dan cepat. Jika mau ekspansi, GrabBike bakal lebih dulu memperluas sayap bisnisnya di kawasan Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

"Biasanya kalau bicara soal Jakarta, pasti diikuti oleh Bodetabek. Mungkin akan jadi rencana selanjutnya, tapi untuk saat ini masih fokus di ibukota dulu karena belum mampu menjawab permintaan di luar Jakarta," tutur Head of Country Manager GrabTaxi Indonesia, Kiki Rizki kepada media, Rabu (12/8).


Baca juga: Pengemudi GrabBike Raup Rp 8 Juta per Bulan

Pihak GrabTaxi, yang menaungi GrabBike, berkata permintaan dari konsumen di Jakarta sangat tinggi, khususnya mereka yang ingin menembus kemacetan jalan.

"Jumlah pengemudi kami masih belasan ribu. Untuk bisa melayani masyarakat Jakarta, jumlah tersebut masih kurang menurut saya. Kami coba benahi dulu request yang ada di sini," kata Kiki.

GrabBike dalam waktu dekat bakal merekrut banyak mitra pengojek. Dalam acara bertajuk GrabBike Kingdom di kawasan Plaza Barat Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin, perusahaan mengklaim ada sekitar 8.500 orang yang melamar untuk jadi mitra GrabBike.

Kiki mengklaim jumlah mitra pengojek GrabBike di Jakarta sudah mencapai angka “belasan ribu,” tetapi ia tidak menyebut angka pastinya.

Sementara kompetitornya, Gojek, mengklaim telah memiliki 15.000 mitra pengojek di seluruh wilayah operasional. Sejauh ini Gojek telah beroperasi di Jabodetabek, Bandung, Bali, dan Surabaya. Agustus ini Gojek baru saja ekspansi ke Makassar.

Agar bisa menjadi mitra Gojek atau GrabBike, calon pengemudi terlebih dahulu harus melewati tahap pemeriksaan latar belakang individu, uji kelayakan kendaraan, juga pelatihan menggunakan aplikasi di ponsel pintar dan cara mengendarai sepeda motor yang aman. Mereka juga dilindungi oleh asuransi kecelakaan. (adt/ded)