Ditemui di Kantor Pusat ZTE, di Shenzhen, China, Chief Technology Officer ZTE David AN mengatakan bahwa kerjasama antara perusahaanya dengan Smartfren sudah terjalin sejak tahun 2006 dan akan berjangka panjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mungkin Pre-5G terdengar asing bagi sebagian kalangan. David pun menjelaskan bahwa Pre5G pada dasarnya merupakan ajang uji coba menuju Internet bergerak generasi terbaru atau 5G. Di Indonesia, hal tersebut bisa saja terjadi kendati saat ini 4G LTE oleh Smartfren baru akan 'potong pita' untuk komersialisasi.
Soal kecepatannya, David mengklaim, "Bisa lebih antara dua sampai empat kali dari 4G LTE."
Kendati jaringan 5G di Tanah Air masih jauh, bagi Smartfren dan ZTE ini menunjukkan mereka tidak main-main dalam menggelar data dan bersaing dengan operator GSM.
"Tapi yang perlu ditegaskan, ini bukanlah pengganti 4G dan berbeda dengan 3.5 G (HSDPA) atau 3.75G (H plus)," katanya.
Ditemui di tempat yang sama, Direktur Smartfren Roberto mengakui: "Di dalam aggrement tidak ada. Ini hanya semacam bawaan dan komitmen dari ZTE bahwa kami menggunakan BTS ZTE maka bisa juga menuju Pre5G." (tyo/ded)