Kerja sama antara kedua perusahaan ini memungkinkan pengguna untuk berselancar atau memakai aplikasi berbasis Internet, namun tidak bisa melakukan panggilan telepon dan mengirim pesan teks (SMS).
Chief Commercial Officer Internux, Larry Ridwan mengatakan, pihaknya menargetkan meraih 120 ribu pelanggan baru dari program bundel perangkat dan layanan ini. Jumlah pengguna Bolt saat ini diklaim mencapai 1,5 juta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Internux mengklaim telah menyediakan 3.200 base transceiver station (BTS) di Jabodetabek untuk menyebarkan sinyal 4G LTE, sementara di Medan ada 200 BTS.
Internux merupakan perusahaan telekomunikasi pemegang lisensi Broadband Wireless Access (BWA), yang berarti hanya menyediakan layanan Internet. Ia tidak diizinkan memberi layanan telepon dan SMS. Daerah operasionalnya hanya di Jabodetabek, Banten, dan Medan. (adt/eno)