Badan Siber Nasional Tidak Gandeng Intelijen AS

Susetyo Dwi Prihadi, CNN Indonesia | Senin, 24/08/2015 15:37 WIB
Badan Siber Nasional Tidak Gandeng Intelijen AS CIA kabarnya akan mampu menyedot data pengguna internet di Indonesia (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pembentukan Badan Siber Nasional (BSN) yang digagas oleh Pemerintah Indonesia, disebut-sebut akan menggandeng badan intelijen Amerika Serikat atau CIA. Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara angkat bicara mengenai isu ini.

Menurutnya BSN dibentuk untuk menaungi berbagai lintas sektoral, seperti  transportasi, perbankan, kelistrikan, keuangan, gas dan air minum. Dari sektor tersebut, semuanya pemangku kepentingan di Indonesia.

Dia memang menyebutkan Oktober nanti, blueprint atau roadmap soal kejahatan siber nasional akan terbentuk namun itu bukan hanya usulan dari pemerintah saja.

"Bukan cuma pemerintah yang menyiapkan, tapi juga multistakeholder, termasuk di dalamnya PANDI (Pengelola Nama Domain Indonesia). Tapi, bukan seperti berita yang beredar,kita akan kerjasama dengan CIA," katanya.


Sebelumnya, seperti dikutip Detik, pemerintah membantah jika Badan Cyber Nasional ini nantinya akan bekerjasama dengan Central Intelligence Agency (CIA) Amerika Serikat.

Isu kerjasama dengan CIA itu menyebutkan BSN akan mengawasi arus komunikasi warga lewat sistem Big Data. Sistem itu dirumorkan bakal mampu menyedot pembicaraan pribadi di aplikasi WhatsApp, Blackberrry Messenger (BBM), dan program pengiriman pesan instan serta jejaring sosial lain.

Padahal, Big Data sendiri adalah istilah umum untuk himpunan data dalam jumlah besar, rumit, dan tak terstruktur. Sehingga, sulit ditangani kalau hanya menggunakan manajemen basis data.

"Jadi tidak nyambung dengan isu sedot data," kata ujar Luhut Pandjaitan dalam rilis yang dikeluarkan oleh Kantor Kepala Staf Presiden.

"Justru, pembangunan cyber security nasional ini dimaksudkan untuk menangkis serangan, khususnya dari luar yang bisa memperlemah bangsa," imbuh Menkopolhukam ini juga.

BSN menurut rencana akan menjadi koordinator membawahi lembaga-lembaga lain yang memiliki unit keamanan siber. Seperti diketahui, lembaga yang telah memiliki unit keamanan siber sendiri adalah Polri, TNI, Kemenkominfo, hingga Kemenkopolhukam. (BacaBadan Siber Nasional Bakal jadi Pengawas Internet)

Selain itu, BSN akan menjadi lembaga baru setingkat kementerian dengan tugas utama memastikan terjadinya koordinasi keamanan siber nasional.

Pembentukan badan ini dirasa penting karena Indonesia dinilai belum memiliki satu sistem keamanan nasional maupun kerangka legal yang pas untuk keamanan siber. (tyo/eno)