Kejadian Langka, Ada Gerhana Supermoon di Akhir September

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Jumat, 04/09/2015 15:12 WIB
Kejadian Langka, Ada Gerhana Supermoon di Akhir September (reuters/kyo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mungkin tak semua masyarakat mengenal Istilah supermoon atau bulan super, namun badan antariksa Amerika Serikat mengatakan di penghujung bulan September akan terjadi kombinasi astronomi langka, yaitu gerhana bulan supermoon.

Fenomena supermoon atau bulan super menurut NASA adalah keadaan bulan penuh saat bulan berada di posisi terdekatnya dengan Bumi, sehingga membuatnya terlihat lebih besar dan terang dari biasanya.

Penjelasan tersebut baru melingkupi supermoon. Sementara gerhana bulan terjadi ketika Bulan sejajar dengan Bumi dan Matahari sehingga cahaya Matahari tak bisa mencapai Bulan karena terhalang Bumi.


Gerhana bulan total pun bisa menimbulkan efek "blood moon" atau Bulan berdarah. Bulan 'berdarah' ini bisa terjadi saat bayang Bumi mulai merayap di cakra lunar, kemudian Bulan 'ditelan' oleh sinar sehingga ada perubahan warna dari jingga terang menjadi merah merona. Penjelasan ilmiah soal fenomena ini dapat dilihat pada tautan berikut: Penyebab Rona Merah Bulan Saat Gerhana 

Nah, fenomena gabungan antara supermoon dengan gerhana Bulan yang terjadi secara bersamaan ini bisa disaksikan pada 27 September mendatang. Kejadian ini berlangsung hanya lima kali sejak 1910. Setelah itu terjadi di tahun 1928, 1946, 1964, dan 1982.

[Gambas:Youtube]

Tak seperti gerhana Matahari yang berpotensi timbulkan bahaya apabila dilihat dengan mata telanjang, gerhana bulan dipastikan oleh para pakar sangat aman untuk disaksikan tanpa bantuan optik. (Baca jugaBMKG: Fenomena Supermoon Tak Perlu Dikhawatirkan)

Mengutip CBS News, NASA menyatakan gerhana bulan supermoon bisa dinikmati dari Amerika Utara dan Selatan, sementara kawasan Eropa dan Afrika bisa menyaksikannya pada pagi hari esok harinya, 28 September.

Fenomena langka ini diperkirakan akan terjadi lagi pada tahun 2033.

(eno)