Akhirnya, Telkomsel Turunkan Tarif Internet

Aditya Panji, CNN Indonesia | Rabu, 23/09/2015 14:49 WIB
Penurunan tarif Internet Simpati dan Kartu AS dimulai dari 4,3 persen hingga 34 persen yang disesuaikan dengan tarif paket dan zonanya. Petugas memeriksa jaringan base transceiver station (BTS) milik Telkomsel di BTS Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Selasa (5/5). (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan telekomunikasi Telkomsel akhirnya menurunkan tarif data atau Internet di sejumlah kawasan Indonesia timur setelah diminta langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara.

Telkomsel telah menurunkan tarif ini per 11 September 2015 dan telah melaporkannya ke Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) serta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo).

Penurunan terjadi di sejumlah zona agar tak mengalami disparitas yang jauh dibandingkan zona yang tarifnya paling murah. Penurunan tarif dimulai dari 4,3 persen hingga 34 persen yang disesuaikan dengan tarif dan zonanya.


Vice President Corporate Communications Telkomsel, Adita Irawati mengatakan, perubahan tarif ini merupakan bagian dari proses review tarif paket Flash yang dilakukan secara reguler.

Ia menambahkan, penyesuaian tarif mengacu pada besaran biaya penggelaran dan pemeliharaan jaringan yang berbeda-beda, akibat dari berbedanya tingkat kesulitan dan komponen biaya lain yang dibutuhkan untuk menggelar layanan di daerah tersebut.

"Perubahan berlaku untuk paket Flash, meliputi paket volume base 12 zona, dan hanya berlaku untuk pelanggan KartuAs dan Simpati," kata Adita kepada CNN Indonesia, Rabu (23/9).

Komisioner BRTI Bidang Hukum, I Ketut Prihadi Kresna, mengkonfirmasi bahwa lembaganya telah menerima laporan dari Telkomsel soal penurunan harga ini.

Menurut laporan Telkomsel, kata Ketut, penurunan tarif terbesar terjadi di zona 12 sebesar 15 persen sampai 34 persen. Zona ini meliputi Maluku dan Papua.

"Poinnya adalah Telkomsel memangkas gap tarif antara yang termurah dengan yang termahal untuk paket Internet Flash," ujar Ketut kepada CNN Indonesia.

Ia berharap harga tersebut bisa diturunkan lagi di kemudian hari sesuai evaluasi rutin yang dilakukan. "Semoga juga ada operator lain yang masuk ke daerah lain sehingga ada kompetisi dan membuat harga lebih murah," tuturnya.

Pada Juli lalu, muncul petisi di Change.org yang meminta Telkomsel menurunkan tarif Internet di kawasan timur lantaran perbedaan yang terlalu tinggi dibandingkan kawasan barat. Dahulu, menurut Ketut, perbedaan tarif antara zona 1 dan 12 bisa mencapai 110 persen.

Sekarang, Telkomsel mengklaim disparitas tarif Internet antara zona termurah dengan yang termahal tinggal 60 persen. Contohnya, untuk paket Flash kuota 2 GB di zona 1 dihargai Rp 65.000 dan sekarang di zona 12 harganya menjadi Rp 100.000. Sebelumnya, harga di zona 12 untuk kuota yang sama mencapai Rp 120 ribu. (adt/eno)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK