Para karyawan toko-toko ini mengenakan kaus warna biru dengan logo Apple di tengah, dan banyak iPad serta jam tangan Apple Watch dijajakan di meja kayu model minimalis. Suasana ini sengaja dibuat agar persis menyerupai Apple Store resmi.
Akan tetapi, di kota Shenzhen, hanya ada satu Apple Store resmi dan lima mitra toko resmi yang menjual produk Apple. Selebihnya tidak ada toko yang bermitra resmi dengan Apple.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apple enggan berkomentar soal kehadiran iPhone 6s palsu dan toko-toko Apple Store palsu ini. Tetapi kepada Reuters, mereka menyarankan agar konsumen pergi memberi produk di toko resmi Apple atau dengan mengunjungi situs web resmi.
Pada 25 September nanti, Apple akan menjual iPhone 6s dan iPhone 6s Plus di 12 negara, yaitu Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jerman, Kanada, Australia, Selandia Baru, Singapura, Hong Kong, Jepang, Puerto Rico, dan China.
Ini merupakan pertama kalinya China menjadi target penjualan perdana Apple secara global. Konsumen China diprediksi akan jadi penyumbang penjualan iPhone terbaru karena di sana banyak penggemar produk Apple. (adt)