Chief Brand Officer Smartfren Roberto Saputra mengungkapkan VoLTE memungkinkan pengguna melakukan komunikasi yang kaya karena melakukan panggilan suara sampai panggilan video berbasis data. Aplikasi serupa sudah beredar di Korea Selatan di mana masyarakatnya kerap melakukan video call dengan lawan bicara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau kita mesti tunggu. Soalnya, kalau teknologi itu tergantung lagi network sama device. Itu dua-duanya berkaitan, network mendukung device. Karena VoLTE harus bicara dengan sesama VoLTE, mesti pairing," ujarnya.
"Layanan 3G ini sudah cukup sebenarnya, kecepatan 1-2 Mbps untuk media sosial sudah cukup lah. Makanya kita lagi encourage lebih banyak penggunaan video," ujarnya.
Smartfren sendiri tahun depan sudah berencana untuk meluncurkan perangkat carrier aggregator di mana bisa mengadopsi standar pengantaran data Time Division Duplex (TDD) dan Frequency Division Duplex (FDD). Efeknya, kecepatan berselancar dunia maya bisa terdongkrak.
Selanjutnya, Roberto masih menanti waktu yang tepat untuk meluncurkan aplikasi baru tersebut di Tanah Air.
"Ada trik yang harus dipunyai karena kalau terlalu early diluncurkan masih banyak bug-nya, masih terlalu mahal. Nanti bingung akhirnya tidak berkembang,"ujarnya.