Telkomsel Tampik Kalah Cepat dari 4G LTE XL

Hani Nur Fajrina, CNN Indonesia | Jumat, 09/10/2015 16:50 WIB
Telkomsel Tampik Kalah Cepat dari 4G LTE XL Dirut Telkomsel (ketiga dari kiri) beserta jajaran Direksi Telkomsel lainnya (CNN Indonesia/Susetyo Dwi Prihadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Telkomsel menanggapi soal hasil riset OpenSignal yang menunjukan bahwa kecepatan akses internet XL Axiata lebih cepat darinya. Telkomsel mengaku layanannya tetap menjadi yang tercepat.

Beberapa waktu lalu lembaga riset telekomunikasi OpenSignal membuat laporan bertajuk The State of LTE pada September 2015  yang isinya mengungkap tentang akses Internet 4G LTE milik XL Axiata yang lebih cepat ketimbang Telkomsel.

"Coba cek hasil riset dari JP Morgan yang lebih independen. Setiap tiga bulan sekali mereka lakukan riset di 17 kota di Indonesia," ungkap Direktur Utama Telkomsel Ririek Adriansyah saat dijumpai usai acara peluncuran 4G LTE di Manado Town Square, Jumat (9/10).
Ia melanjutkan, "di laporannya pada 16 Agustus kemarin yakni kuartal kedua 2015, di 17 kota Indonesia Telkomsel masih menjadi yang tercepat."

Namun, Ririek mengatakan, riset yang dilakukan JP Morgan tersebut berdasarkan pada koneksi internet 3G. Ia meyakini bahwa seharusnya data kecepatan 4G LTE belum bisa tersedia secara menyeluruh mengingat jaringan teknologi ini masih sangat dini di Indonesia.


Menurut riset yang dirilis oleh OpenSignal, 4G LTE milik XL memiliki kecepatan unduh (download) 12 Mbps yang menduduki peringkat ke 118 secara global. Sementara Telkomsel memiliki kecepatan unduh 11 Mbps atau menempati posisi 127 secara global.

Dua operator seluler Indonesia lain yang telah menyelenggarakan 4G LTE, yakni Indosat dan Smartfren, masing-masing memiliki akses unduh Internet 10 Mbps (peringkat 146 secara global) dan 7 Mbps (peringkat 158 secara global).

Dari sisi cakupan, OpenSignal mencatat Smartfren memiliki cakupan terluas di Indonesia yaitu sebesar 78 persen atau menempati peringkat 32 secara global.

Telkomsel memiliki cakupan 35 persen di Indonesia (peringkat 174 secara global) dan Indosat sebesar 23 persen cakupan seluruh Indonesia (peringkat 182 secara global).

(tyo)