Kasus ini bergulir sejak tahun 2014 silam, saat itu sejumlah ilmuwan yang tergabung dalam Wisconsin Alumni Research Foundation yang juga ilmuwan di University of Wisconsin-Madison menuding prosesor A7 di iPhone dan iPad melanggar paten mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibat masalah tersebut, juri pengadilan Wiconsin memutuskan Apple bersalah dan didenda US$ 234 juta dari denda maksimum US$ 862 juta atau setara Rp 117 triliun.
"Untuk Dr Sohi, saya harap Anda merasa bahwa penemuan Anda itu terbukti benar, '' kata Hakim Distrik AS William Conley.
Carl Gulbrandsen, Managing Director dari Wisconsin Alumni Research Foundation, mengatakan, "Ini adalah kasus di mana kerja keras peneliti universitas kami dan integritas paten dan lisensi penemuan telah berlaku sebagaimana semestinya."
"Juri mengakui pekerjaan pemrosesan komputer yang berlangsung di kampus kami, " tambahnya.
Apple sendiri langsung meminta banding atas keputusan tersebut. (tyo)